Spread the love

BLORA, Blok7.id – Sedikitnya 204 siswa SMPN 1 Blora terdampak dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi menu dari MBG Karangjati (Perumnas) jalan Perkutut 3, pada Selasa, 25 November 2025.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kasus ini terungkap setelah puluhan siswa mengeluhkan sakit perut dan diare sejak malam hingga pagi hari.

Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, mengatakan bahwa gejala mulai dirasakan sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Itu menu MBG yang beralamat di Karangjati (Perumnas).

“Tadi pagi yang saya tahu itu, anak-anak banyak yang izin pulang, karena perut mereka sakit. Makin lama kok banyak anak-anak yang izin, dengan alasan diare. Kemudian sekolah curiga. Karena anak-anak itu laporan sakit diarenya ada yang mulai malam, mulai dini hari dan ada jam 08.00 WIB pagi ini,” ujarnya.

Melihat banyaknya siswa yang merasakan gejala serupa, pihak sekolah langsung melakukan pendataan cepat.

“Kemudian sekolah mengambil langkah untuk mendata anak-anak yang merasa mual, merasa diare itu masing-masing kelas didata,” imbuh Rofiq.

Dari hasil pendataan, 16 siswa harus mendapat perawatan medis, terdiri dari 14 siswa dirawat di RS DKT dan 2 siswa di RSUD Blora, sementara siswa lain diperbolehkan pulang setelah kondisi stabil.

Sementara itu, 204 siswa tercatat terdampak, yakni pernah mengalami gejala seperti diare atau mual namun kondisinya sudah membaik saat melapor.

Ketika ditanya mengenai langkah lanjutan, Rofiq menegaskan bahwa sekolah akan memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan.

“Karena sekolah itu penerima manfaat, jadi sekolah meningkatkan kontrolnya. Jadi harusnya mulai dari hilir, dari SPPG-nya itu kontrolnya diperketat untuk meminimalisir risiko,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah menunggu hasil pemeriksaan resmi terkait sumber pasti penyebab keracunan.

Namun, dugaan sementara mengarah pada menu yang didistribusikan MBG Karangjati pada hari sebelumnya.

Pihak MBG Karangjati masih bungkam bahkan tempat lokasi gedung MBG tertutup rapat bak rumah hantu, saat tim media ini investigasi lapangan guna klarifikasi masalah tersebut.

Berdasar informasi dari masyarakat dan hasil investigasi bahwa, MBG yang diduga bermasalah tersebut selain yang di Karangjati (Perumnas) ada juga beralamat di wilayah Kridosono dan Medang. (Hans)

error: Content is protected !!