Spread the love

JAKARTA, Blok7.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya menjadi kebijakan sosial ambisius pemerintah, tetapi juga ladang cuan besar bagi pelaku usaha yang sigap mengikuti arah kebijakan pusat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Tahun 2026 ini, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran jumbo hingga Rp 335 triliun untuk program tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut terdiri dari Rp 268 triliun dana utama dan Rp 67 triliun dana cadangan yang langsung disalurkan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke dapur-dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

“Sekitar 93 persen anggaran dialirkan langsung ke setiap SPPG di provinsi hingga kampung-kampung,” ujarnya dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026.

Setiap SPPG rata-rata menerima hampir Rp 1 miliar per bulan. Rinciannya, 70 persen untuk pembelian bahan baku, 20 persen untuk operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen sebagai insentif bagi pihak yang membangun SPPG di lokasi masing-masing.

Artinya, perputaran uang dari program MBG dalam sebulan terakhir saja sudah menyentuh Rp 29 triliun. Angka ini menunjukkan daya ungkit ekonomi yang luar biasa besar. Di Provinsi Aceh tercatat 608 SPPG telah beroperasi, sementara di Jawa Barat mencapai 5.295 SPPG, ini menciptakan efek domino ekonomi dari hulu ke hilir, mulai dari petani, distributor bahan pangan, hingga tenaga kerja lokal.

Sepanjang awal 2026, BGN juga telah mencairkan Rp 32,1 triliun. Menurut Dadan, belum pernah ada kementerian atau lembaga dalam sejarah Republik yang mencairkan anggaran sebesar itu hanya dalam waktu satu setengah bulan.

Besarnya aliran dana ini membuat peluang usaha sebagai pelayan atau mitra dapur MBG menjadi magnet baru. Mereka yang cepat membaca peluang dan patuh pada regulasi pemerintah berpotensi menikmati lonjakan pendapatan signifikan.

Dengan skema anggaran yang langsung menyentuh pelaku di daerah, MBG bukan sekadar program sosial, tetapi juga mesin ekonomi baru yang tengah dipacu penuh oleh negara.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!