BOJONEGORO, Blok7.id – Bupati Blora Arief Rohman, bersama Wakil Bupati Sri Setyorini, menghadiri peresmian proyek pengeboran migas Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) Exxon Mobil, di Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dengan peresmian ini, Bupati Arief mengungkapkan bahwa, Pemerintah Kabupaten Blora berharap ada peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari pengeboran 7 sumur minyak baru lapangan Banyu Urip Blok Cepu/ BUIC di Gayam, Bojonegoro, yang telah diresmikan Presiden secara daring.
“Dengan adanya peresmian sumur baru ini, kami mewakili Pemkab Blora berharap kedepan ada peningkatan DBH Migas untuk pembangunan daerah. Apalagi ini merupakan upaya percepatan swasembada energi yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Bupati Arief.
Tidak hanya menyaksikan peresmian sumur minyak baru Exxon Mobil Cepu di lapangan Banyu Urip saja. Dia juga memanfaatkan momentum ini untuk berdiplomasi dengan sejumlah pejabat pusat yang hadir guna mendukung optimalisasi potensi migas di Kabupaten Blora.
Seperti ketika duduk bersebelahan dengan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Komisaris Utama Pertamina Komjen Muhammad Iriawan (Iwan Bule) dan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza. Bupati Arief meminta dukungan agar potensi-potensi migas yang ada di Kabupaten Blora bisa ikut dieksplorasi. Pasalnya, wilayah Blok Cepu sampai saat ini yang dieksplorasi baru yang ada di Kabupaten Bojonegoro saja. Sedangkan yang Blok Cepu wilayah Kabupaten Blora belum dieksplorasi.
“Kami berharap potensi migas Blok Cepu di wilayah Blora juga bisa ikut dieksplorasi agar DBH Migas bisa ikut naik signifikan, selain utamanya mendukung peningkatan lifting minyak nasional,” ungkap Bupati Arief Rohman.
“Untuk perolehan DBH Migas Kabupaten Blora dalam tiga tahun terakhir adalah, tahun 2022 senilai 15,3 M, tahun 2023 senilai 161,4 M, tahun 2024 senilai 135,1 M, dan tahun 2025 ini sampai bulan Juni senilai 52 M,” terang Bupati Arief.
Sementara itu, peresmian proyek tersebut dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia, secara daring.
Bahlil menyampaikan bahwa, proyek pengeboran Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) Blok Cepu akan menghasilkan tambahan produksi minyak nasional sebesar 30.000 Barel/hari. Dengan investasi US$ 174 Juta, dan menghasilkan pendapatan negara US$ 2,6 M.
“Alhamdulillah Pak Presiden, pengerjaannya sudah bisa diselesaikan hanya dengan waktu 8 bulan dimulai sejak pelantikan Bapak Presiden. 2 bulan lebih cepat dari target yakni 10 bulan. Sehingga saat ini total produksi migas dari Blok Cepu mencapai 25 % dari target lifting nasional. Proyek ini dikerjakan 99 persen anak negeri,” ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto bersyukur atas capaian peningkatan produksi migas Blok Cepu untuk mendukung program swasembada energi yang ia canangkan.
“Selain swasembada pangan, swasembada energi juga tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Baik energi terbarukan maupun energi dari bahan baku fosil seperti minyak bumi yang ada di Blok Cepu,” ucap Presiden Prabowo Subianto.
“Saya mohon maaf tidak bisa hadir langsung secara fisik karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan sehingga terpaksa meresmikan secara daring. Terimakasih atas kerja keras anak negeri, Pak Menteri ESDM dan jajaran, hingga SKK Migas, Exxon Mobil dan Pertamina. Sehingga target peningkatan lifting minyak di Blok Cepu bisa tercapai lebih cepat dari target. Kedepan harus bisa terus ditingkatkan,” lanjut Presiden Prabowo Subianto.
Diketahui, dalam acara tersebut hadir Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, serta Bupati Bojonegoro dan Wakil Bupati Bojonegoro.
Sebagai informasi, ‘Lifting’ dalam bahasa Indonesia berarti pengangkatan.
Secara umum, lifting merujuk pada aktivitas mengangkat, memindahkan, atau menurunkan benda atau material berat dari satu tempat ke tempat lain, baik dengan tenaga manusia maupun menggunakan peralatan mekanis seperti derek, hoist, atau crane.
Dalam konteks industri, lifting sering dikaitkan dengan pekerjaan yang melibatkan peralatan berat dan berpotensi risiko tinggi, sehingga memerlukan perencanaan dan tindakan keselamatan yang matang.
Berikut adalah beberapa penjelasan lebih lanjut tentang lifting :
Dalam konteks industri : Lifting adalah aktivitas mengangkat dan memindahkan beban berat, seperti peralatan, material konstruksi, atau komponen mesin, dari satu lokasi ke lokasi lain menggunakan peralatan khusus dan teknik yang aman.
Peralatan Lifting : Pekerjaan lifting seringkali melibatkan penggunaan crane, hoist, forklift, atau alat berat lainnya untuk mengangkat dan memindahkan beban.
Keamanan : Karena potensi risiko kecelakaan yang tinggi, pekerjaan lifting sangat memerlukan perencanaan yang matang, penggunaan peralatan yang tepat, dan penerapan standar keselamatan yang ketat untuk melindungi pekerja dan mencegah cedera.
Lifting Plan : Sebuah ‘Lifting Plan’ adalah dokumen yang merinci prosedur dan tindakan keselamatan yang harus diikuti saat melakukan pekerjaan lifting, untuk memastikan bahwa aktivitas tersebut dilakukan dengan aman dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Contoh Industri : industri yang sering melakukan pekerjaan lifting antara lain konstruksi, perkapalan, pertambangan, manufaktur, dan industri minyak dan gas. (Hans)
