Blok7.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai mematangkan arah pembangunan kota memasuki 2026. Sejumlah proyek strategis disiapkan untuk menyentuh sektor ekonomi, penataan kota, hingga perluasan ruang terbuka hijau.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Beberapa titik yang menjadi fokus antara lain rehabilitasi Alun-alun Kota, revitalisasi Pasar Kota, penataan Taman Rajekwesi, serta pembangunan taman perbatasan. Seluruh kawasan tersebut diproyeksikan menjadi wajah baru Bojonegoro yang lebih modern, inklusif, dan ramah bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menyebut perencanaan ini dirancang untuk menyeimbangkan aspek estetika kota dengan kebutuhan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, pembangunan tidak sekadar memperindah kota, tetapi juga harus memberi ruang bagi aktivitas masyarakat.
Perencanaan ini menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, sekaligus menciptakan ikon baru yang modern tanpa mengabaikan kenyamanan publik. Potensi ekonomi lokal juga tetap menjadi bagian penting dalam konsep pengembangan kawasan.
Dari sisi progres, sejumlah proyek telah menunjukkan perkembangan. Rehabilitasi Alun-alun Kota telah memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED) sejak Oktober 2025.Sementara
itu, masterplan rehabilitasi Pasar Kota dan penataan Taman Rajekwesi telah rampung pada November 2025.
Untuk proyek taman perbatasan, saat ini masih berada pada tahap revisi dokumen perencanaan. Pemerintah daerah menargetkan pekerjaan fisik bisa segera dimulai.
“Untuk taman perbatasan, saat ini tahap revisi dokumen perencanaan. Diperoyeksikan akhir Januari 2026 mulai pekerjaan fisik. Dengan target tiga bulan rampung,” tutur Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro Achmad Gunawan, Selasa (6/1/2026)Salah
satu rencana yang menarik perhatian adalah transformasi Pasar Kota. Pasar ini dirancang menjadi bangunan multifungsi tiga lantai. Selain sebagai pusat perdagangan, lantai tiga akan difungsikan sebagai sarana olahraga sekaligus kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro.
Konsep tersebut disepakati setelah melalui dialog dan mufakat dengan para pedagang pasar yang berlangsung pada Agustus 2025.Dengan skema ini, Pasar Kota diharapkan tak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga ruang aktivitas sosial dan olahraga bagi masyarakat.
OhMelalui integrasi penataan kota dan penguatan fasilitas ekonomi, Pemkab Bojonegoro optimistis dapat mewujudkan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
