Spread the love

BLORA, Blok7.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan mengadakan sosialisasi BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) memberikan edukasi ke masyarakat terkait pembiayaan Haji, pembatasan usia dan pendaftarannya, berlokasi di Resto De Garden, Setro, Tunjungan, Blora, Sabtu (24/5/2025).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sri Wulan menjelaskan, terkait berapa biaya Haji, berapa biaya yang dibebankan kepada masyarakat, berapa biaya pemerintah untuk membantu, dan berapa biaya setoran awal (setelah dikurangi saat pendaftaran).

“Jadi masyarakat biar mengetahuinya sebenarnya uang Haji itu uang kita,” ungkapnya.

“Sosialisasi tidak berhenti berapa jam, tapi sampai selesai. Oleh sebab itu, kita bisa komunikasi dengan peserta,” lanjut Sri Wulan.

Karena, lanjut dia, antrian Haji memang panjang, pastinya ia juga harus menyampaikan kepada masyarakat. Ayo mendaftar walaupun antrian panjang.

“Umur berapapun, itu tidak menjadi masalah, walaupun antrian Haji panjang. Karena Haji ini nanti bisa diturunkan. Artinya bisa diturunkan untuk anaknya, bisa diturunkan untuk pasangannya, dan tidak mengenal usia,” jelas Sri Wulan.

Tetapi, ungkap Sri Wulah bahwa, dirinya mendengar akan ada pembatasan usia maksimal yakni usia tua. Karena pembatasan usia maksimal, ini menyangkut tentang kesehatan.

“Haji itu adalah ibadah fisik, yang memang harus betul-betul dijaga kesehatannya. Kalau misalnya mau ke Masjid itu kan jalan kaki, kemudian di sana kondisi cuaca yang bagaimana, kemudian di Arafah juga. Ini yang harus betul-betul disiapkan lahir batin,” jelas Sri Wulan.

Disinggung target acara ini, ia selalu memberikan edukasi mengenai bagaimana masyarakat mengerti kemana sebenarnya setoran awal uang Haji itu. Walaupun waktunya Haji itu lama, akan tetapi bisa berangkat.

“Jadi jangan sampai nanti calon Haji berpikiran, uang itu dibawa kemana dan untuk apa,” tandas Sri Wulan.

Di acara ini kepala desa (kades), dia hadirkan, karena kades yang dituakan di desa. Paling tidak kades sebagai tempat bertanya atau sebagai pusat informasi.

“Kades pastinya bisa menjawab sekaligus bila ditanya oleh warganya. Selain itu, kita juga punya perwakilan beberapa masyarakat juga. Jadi tidak hanya kades saja,” ucap Sri Wulan.

Sementara itu, kata Sri Wulan, untuk jadwal hari ini, dirinya akan melihat SR (sekolah rakyat) di wilayah Kecamatan Cepu. Karena SR baru-baru ini memang digaungkan, untuk bisa terlaksana tahun ini.

“Kesiapan dari Blora sendiri untuk menghadapi SR itu seperti apa. Berapa rombel sesuainya, kemudian nanti sekolahnya seperti apa, kita pingin monitor itu,” katanya.

“Rombel adalah ‘rombongan belajar’. Secara sederhana, rombel berarti kelompok siswa atau peserta didik yang terdaftar dalam satu kelas atau mata pelajaran tertentu di sebuah sekolah atau lembaga pendidikan. Setiap kelas atau mata pelajaran biasanya memiliki rombel masing-masing untuk mempermudah pengelolaan peserta didik dan pembelajaran,” lanjut Sri Wulan.

Selain itu, kemarin Blora mendapatkan bantuan kambing sekitar 200 lebih dari Baznas, di balai ternak yang berada di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung.

“Untuk penerima manfaat adalah kelompok ternak,” paparnya.

Diketahui, acara yang kemarin sudah dilaksanakan penanaman pohon, Sri Wulan sudah membantu 1.000 pohon secara pribadi.

Kemudian, acara yang sudah terlaksana adalah peninjauan bencana banjir bandang, yakni terkait jembatan yang berada di Desa Sumber kondisinya longsor separo. Insya Alloh nanti bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Blora, untuk diusulkan pembangunannya.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, AP, BPKH Amri Yusuf, Kementrian Agama, beberapa Kades wilayah Kabupaten Blora dan sekitar 200 warga. (Hans)

KOMINFO

error: Content is protected !!