Spread the love

BLORA, Blok7.id – Pasca kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Dukuh Gendono, Blora, semenjak Minggu (17/8/2025) sampai saat ini, Sabtu (23/8/2025), sudah memakan 4 korban jiwa, yang meninggal dunia (MD).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kebakaran sumur minyak ilegal tersebut belum kunjung padam. Dan untuk korban yang semula 3 orang yang meninggal dunia, Kini , Jumat (22/8/2025) malam bertambah 1 orang (Yeti) istri Sukrin, yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Jogjakarta.

“Yang masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito tinggal 1 orang (balita umur 1 tahun 9 bulan) anak Sukrin, dalam keadaan kritis karena luka bakar 63 persen,” ucap GP, warga Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, yang sedang takziah di rumah korban, Sabtu (23/8/2025).

“Dan ada 1 lagi korban yang di rawat di RS PKU Blora dalam keadaan kritis juga. Ini mungkin luput dari pantauan,” lanjut GP.

Informasi, Sukrin adalah satu-satunya korban selamat, akibat kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu. Sukrin telah kehilangan mertua dan saudaranya. Dan saat ini Sukrin kehilangan (Yeti) istrinya.

Diberitakan sebelumnya, terbakarnya sumur minyak mentah milik warga hingga mengakibatkan tiga korban meninggal dunia dan satu rumah ikut terbakar habis, menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Blora.

Dari kejadian tersebut, rombongan Bupati Blora, Arief Rohman bersama Forkopimda tinjau lokasi, di Dukuh Gendono (Ndono), Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Kebakaran terjadi, Minggu (17/8/2025) sekira pukul 12.30 WIB. Dari musibah ini, diketahui telah merenggut nyawa tiga korban jiwa,” ucap Bupati Arief,” Senin (18/8/2025).

Diketahui, untuk satu korban meninggal dunia (MD) di lokasi adalah Tanek (60). Sedangkan yang dua korban MD adalah, Sureni (52) dan Wasini (50) masing-masing meninggal di rumah sakit.

“Dua korban luka bakar yakni, Yeti (27) bersama anak balitanya, yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Sardjito, Yogyakarta. Diinformasikan ke dua korban, kini dalam kondisi kritis,” lanjut Bupati. (Hans)

error: Content is protected !!