BLORA, Blok7.id – Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini tengah berada dalam situasi darurat solar. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar membuat antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini langsung menyita perhatian wakil rakyat setempat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Lanova Candra Tirtaka, bertindak cepat. Ia mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan General Manager (GM) MOR Patra Niaga Semarang, sebagai langkah konkret mencari solusi atas krisis energi yang kian melumpuhkan aktivitas masyarakat.
“Iya mas, kemarin sore saya telepon GM MOR Patra Niaga Semarang dan kirim berita yang Blora antre panjang,” ungkap Lanova, melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (8/11/2025).
Langkah cepat tersebut dilakukan setelah Lanova menerima laporan lapangan tentang dampak kelangkaan solar yang telah memukul berbagai sektor, mulai dari transportasi umum, logistik, hingga kegiatan pertanian dan industri kecil.
Dari hasil komunikasi awal, Lanova mengungkapkan adanya kendala distribusi di tingkat pemasok yang diduga kuat menjadi pemicu kelangkaan di wilayah Blora.
“Lagi dicek ke SBM (Sales Branch Manager) area Blora. Aku pantau, kendala di distribusi atau di proses produksi,” jelasnya.
Menurut penelusuran yang diterima DPRD, SPBU di Blora hanya menerima pasokan sesuai jatah alokasi resmi dari Patra Niaga, sehingga ketika terjadi lonjakan kebutuhan atau keterlambatan distribusi di jalur Pantura, wilayah tengah seperti Blora dan Grobogan otomatis terdampak.
“Kendala di distribusi Patra Niaga. Karena sepanjang Pantura habis semua. Ini fenomena yang sering terjadi, imbasnya ke jalur tengah seperti Blora dan Grobogan,” tambah Lanova.
Tidak berhenti di komunikasi jarak jauh, Lanova memastikan telah meminta SBM Patra Niaga Blora untuk turun langsung ke lapangan dan memberikan penjelasan terbuka mengenai pasokan Solar.
“Saya sudah minta waktu SBM untuk ke lapangan biar kasih penjelasan. Nanti kita dampingi,” tegasnya.
Langkah ini merupakan bentuk pengawasan DPRD agar transparansi distribusi BBM benar-benar dijalankan dan tidak ada penyimpangan dalam rantai pasok energi daerah.
Dengan langkah cepat ini, DPRD Blora berharap pasokan Solar segera distabilkan, sehingga masyarakat tak lagi harus berjibaku di antrean panjang SPBU setiap hari.
Krisis ini menjadi peringatan serius akan pentingnya koordinasi distribusi energi antarwilayah, terutama di daerah strategis yang menjadi jalur tengah antara Pantura dan Jawa bagian selatan.
“Kita kawal bersama, supaya kebutuhan energi rakyat Blora kembali aman,” tutup Lanova penuh optimisme. (Hans)
Foto : Wakil ketua DPRD Kabupaten Blora Lanova Candra Tirtaka (Istimewa)
