Spread the love

BLORA, Blok7.id – Kabupaten Blora menunjukkan taringnya dalam Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Tak sekadar seremonial, aksi bersih-bersih digerakkan dari tingkat RT/RW hingga pondok pesantren.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Komitmen itu ditegaskan Bupati Arief Rohman saat mengikuti pencanangan Gerakan Jateng ASRI secara daring bersama Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Selasa (24/2/2026).

Didampingi Wakil Bupati Sri Setyorini, Bupati Arief mengikuti dialog virtual dari Komplek Kuliner Koplakan bersama jajaran Forkopimda dan OPD.

Sementara pencanangan tingkat provinsi dipusatkan di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional dan melibatkan lebih dari 1.000 peserta di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

“Kebetulan kami pasangan ASRI juga, Arief Rohman-Sri Setyorini. Gerakan ASRI ini sudah kami perintahkan sampai tingkat kecamatan, desa, RT, dan RW, termasuk di pondok pesantren serta seluruh unit sekolah negeri,” tegas Bupati Arief dalam dialog virtual.

Blora bahkan mengklaim telah lebih dulu mencanangkan Blora ASRI sebelum gerakan provinsi digaungkan. Apel gabungan TNI-Polri dan seluruh OPD digelar untuk memperkuat komitmen. Setiap Selasa dan Jumat pagi, OPD dibagi tugas membersihkan titik-titik strategis, mulai dari kawasan Kota Blora hingga Cepu.

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional diawali apel di Alun-alun Blora, lalu dilanjutkan aksi bersih-bersih sepanjang Jalan Mr. Iskandar hingga Kaliwangan. Aparat, ASN, dan masyarakat turun langsung memungut sampah.

Tak hanya mengandalkan gerakan manual, Pemkab Blora juga menggandeng sektor swasta. Kerja sama dilakukan dengan PT Semen Gresik untuk pengelolaan sampah. Sampah dari Blora dan Cepu akan dikirim ke fasilitas pengolahan di Rembang.

“Kita sudah MoU dengan Semen Gresik. Karena belum teranggarkan, kita gandeng pihak swasta sebagai mitra. Untuk wilayah Blora dan Cepu dikumpulkan dan disetorkan ke Semen Rembang,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa volume sampah di Jawa Tengah mencapai hampir 6,36 juta ton per tahun, namun baru sekitar 60 persen yang tertangani optimal.

Target nasional menuju zero waste 2029, katanya, membutuhkan gerakan konkret, bukan sekadar seremoni.
Langkah Blora dinilai progresif, namun publik menanti konsistensi. Gerakan ASRI tak boleh berhenti pada apel dan unggahan media sosial.

Tantangan sesungguhnya adalah menjaga ritme, memastikan pengelolaan berkelanjutan, dan membuktikan bahwa gerakan peduli sampah benar-benar mengubah wajah lingkungan, bukan hanya menjadi agenda musiman.

(Rendra)

error: Content is protected !!