Spread the love

Blok7.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menyeluruh dalam menghadapi potensi bencana alam yang ada di Indonesia.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pemerintah bersama masyarakat diminta memahami tahapan penanggulangan bencana secara utuh, mulai dari sebelum hingga setelah bencana terjadi.

Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan ada tiga aspek utama yang harus disiapkan. Ketiganya mencakup fase prabencana, saat bencana berlangsung, dan pascabencana.

“Pertama, kita harus menyiapkan kesiapsiagaan di prabencana, kedua ketika terjadi bencana dan pascabencana itu terjadi,” ujar Sekretaris Utama BNPB, Jumat (2/1/2026).

Menurut Rustian, pemahaman terhadap siklus bencana menjadi hal krusial karena seluruh provinsi di Indonesia memiliki potensi bencana alam.

Kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api Pasifik turut meningkatkan risiko tersebut.

“Di tiga siklus bencana ini semua komponen masyarakat harus tahu dan paham karena bencana alam tidak bisa diprediksi dan mematikan,” kata Sekretaris Utama BNPB.

Saat ini, kata dia, pemerintah masih fokus memulihkan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah, seperti Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Khusus di Sumatera Barat, Rustian menyebut pemerintah pusat telah berkoordinasi sejak awal dengan gubernur setempat untuk membahas berbagai langkah mitigasi agar dampak bencana bisa ditekan semaksimal mungkin.

Ia mengungkapkan, bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut telah menelan korban jiwa lebih dari 1.000 orang. Hingga kini, masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Di Sumatera Barat, pemerintah bersama keluarga korban telah sepakat untuk menghentikan proses pencarian dan evakuasi.

Ke depan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para penyintas banjir bandang dan tanah longsor di wilayah terdampak. BNPB juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menangani kondisi darurat.

“Dari 15 kabupaten kota yang terdampak bencana 13 di antaranya menetapkan status tanggap darurat dan syukur alhamdulillah 12 sudah masuk transisi darurat,” ujar Sekretaris Utama BNPB.

BNPB berharap penguatan kesiapsiagaan di semua tahapan bencana dapat terus ditingkatkan agar risiko dan dampak bencana di masa mendatang bisa diminimalkan.

error: Content is protected !!