Spread the love

Jakarta, Blok7.id – Gubernur Riau Abdul Wahid bersama dua orang lainnya telah tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Selasa (4/11/2025) pagi. Kedatangan ini menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Riau pada Senin (3/11/2025) malam.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pantauan di lokasi, Abdul Wahid dan rombongan tiba di markas lembaga antirasuah sekitar pukul 09.35 WIB. Gubernur yang juga kader salah satu partai politik ini terlihat santai mengenakan kaus putih, namun memilih menutup wajahnya menggunakan masker putih sambil membawa tas jinjing.

💰 Total 10 Orang Diamankan, Uang Jadi Barang Bukti

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa ada total sepuluh orang yang diamankan dalam operasi senyap di Riau tersebut. Hari ini, total sembilan orang akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, yang dibagi menjadi dua kloter: pagi dan siang.

“Yang dibawa pada hari ini ada sembilan orang, nanti ada dua kloter, pagi dan siang. Jadi, selain pihak-pihak yang diamankan, ada juga sejumlah uang sebagai barang bukti yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan ini,” jelas Budi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Pada kloter pertama pagi ini, baru tiga orang termasuk Gubernur Abdul Wahid yang telah tiba. Tim KPK masih terus bekerja di lapangan untuk membawa kloter berikutnya.

⏳ Menunggu Pengumuman Status Hukum

Sebelumnya, KPK telah mengonfirmasi adanya OTT tersebut pada Senin malam, namun belum merinci kasus dugaan korupsi apa yang menjerat sang Gubernur.

“Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau. Saat ini atau sampai dengan saat ini ada sekitar sepuluh orang yang diamankan,” kata Budi pada Senin (3/11/2025).

Saat ini, Abdul Wahid dan pihak-pihak lain yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK. Berdasarkan undang-undang, KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum para terperiksa, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.

Publik kini menanti keterangan resmi dari KPK terkait detail kasus, termasuk identitas pihak lain yang terlibat, serta jumlah uang yang diamankan sebagai barang bukti.

error: Content is protected !!