Spread the love

BLORA, Blok7.id – Jagat media sosial digegerkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan aksi arogan seorang pria yang diduga merupakan oknum Ketua PAC GRIB Jaya Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam video amatir yang viral tersebut, pria berbaju hitam dengan atribut organisasi tampak terlibat cekcok dengan pengelola tempat hiburan malam. Keributan dipicu karena permintaannya untuk mendapatkan fasilitas free room atau kamar gratis ditolak.

Alih-alih meredam situasi, pria tersebut justru terlihat emosi dan melontarkan kata-kata kasar serta ancaman kepada pihak pengelola.

Tak hanya itu, dalam rekaman video, oknum tersebut juga diduga mengaku memiliki kedekatan dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk menekan pihak pengelola.

Dan melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan institusi kepolisian, dari tingkat Polsek hingga Mabes Polri. Serta mengancam akan mengerahkan massa serta menutup usaha jika keinginannya tidak dipenuhi.

Aksi tersebut sontak menuai kecaman luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan tersebut mencerminkan arogansi dan penyalahgunaan nama besar organisasi demi kepentingan pribadi.

Langkah Tegas Organisasi

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Blora bergerak cepat. Melalui Surat Keputusan Nomor: 001/SK/DPC/GRIB-BLORA/IV/2026, organisasi resmi menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum tersebut.

“Sunoto, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PAC Randublatung, resmi diberhentikan dan dibekukan keanggotaannya,” tulis surat itu.

Dalam keputusan tersebut ditegaskan:

  1. Yang bersangkutan wajib mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA).
  2. Tidak lagi berhak menggunakan atribut maupun membawa nama organisasi.
  3. Segala tindakan yang dilakukan ke depan menjadi tanggung jawab pribadi.

“Keputusan ini diambil setelah adanya musyawarah internal serta pertimbangan bahwa tindakan yang bersangkutan dinilai telah mencoreng nama baik organisasi,” terang tulisan di surat tersebut.

Sementara itu, Hasan Ketua DPC Grib Jaya Kota Semarang saat dikonfirmasi media ini mengatakan, tolong vidio dikirim semua ya.

“Saya baru tau dan coba vidio dikirim ke saya semua ya. Terimakasih infonya ya saudaraku,” ungkap dia, melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (6/4/2026).

“Untuk yang bersangkutan sudah langsung kami ambil tindakan tegas,” lanjut Hasan.

Untuk pembinaan, tambah Hasan sekarang langsung Ketua DPD Grib Jaya Jawa Tengah.

“Saya sekarang megang DPC Grib Jaya Kota Semarang,” tandasnya.

Desakan Penegakan Hukum

Sementara itu, publik mendesak aparat penegak hukum untuk turut menindaklanjuti dugaan penghinaan terhadap institusi dan tindakan intimidasi dalam video tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa penggunaan nama organisasi, apalagi dikaitkan dengan pejabat negara, tidak boleh dijadikan alat tekanan atau kepentingan pribadi.

Hingga kini, belum ada klarifikasi langsung dari yang bersangkutan terkait video viral tersebut.

Perlu diketahui, kejadian kegaduhan tersebut berlokasi disalah satu kafe di wilayah Sambong, Blora, Sabtu (4/4/2026) malam.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!