Spread the love

BLORA, Blok7.id – Pasca kejadian ledakan dan kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Gendono, banyak tekanan publik terkait siapa beking dan dalang investor yang mendanai kegiatan ilegal tersebut.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Disinggung terkait sumur bor minyak mentah ilegal dengan jumlah yang banyak dan berada di pemukiman warga, kenapa perangkat desa dan perangkat daerah tidak mengetahui siapa bekingannya, Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan, memang ada oknum-oknum yang membekingi.

“Kami minta dari pihak kepolisian untuk mengusut tuntas oknum-oknum yang diduga membekingi kegiatan ilegal ini, agar menjadi efek jera bagi para oknum tersebut. Supaya tidak melakukan hal yang sama,” ucapnya, dilansir dari akun tik tok @tentangblora.id, Sabtu (23/8/2025).

“Mengenai oknum ini, masih dalam penyelidikan Polres Blora. Dan sebagai langkah awal, kita minta tutup semua sumur ilegal tersebut. Nanti tentunya Polres akan segera untuk menentukan siapa-siapa yang ada dibelakang kejadian ini,” lanjut Bupati Arief.

Sementara itu terkait investor sumur ilegal ini, Bupati Arief mengatakan, oknum ini sudah teridentifikasi dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Pihak berwenang akan segera melakukan gelar perkara untuk menentukan siapa saja yang bertanggung jawab, termasuk para investor yang terlibat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akhirnya padam, Sabtu (23/8/2025) sekira pukul 18:35 WIB.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Triyono mengatakan proses pemadaman berlangsung lama karena api terus menyembur akibat tekanan gas yang tinggi.

“Alhamdulillah, Sabtu (23/8/2025) sekira pukul 18:35 WIB api sudah berhasil dipadamkan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, antara lain tim gabungan yang terdiri atas BPBD Blora, Damkar, Pertamina, TNI-Polri, serta relawan,” ujarnya.

Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan belasan mobil tangki suplai air dan peralatan khusus dari Pertamina.

Titik semburan juga ditutup dengan material khusus agar api tidak kembali muncul.

“Kebakaran sumur minyak ilegal ini sebelumnya menelan korban jiwa sebanyak empat orang, melukai sejumlah warga, serta memaksa penduduk mengungsi karena khawatir api merembet ke permukiman,” tandas Agung Triyono.

Diketahui, peristiwa itu terjadi, Minggu (17/8/2025) siang dan baru bisa dipadamkan setelah tuju hari yakni, Sabtu (23/8/2025) upaya intensif dari tim gabungan.

Pihak kepolisian telah memeriksa setidaknya 18 orang saksi terkait peristiwa yang memicu perhatian publik tersebut.

Informasi, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Gendono tersebut, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, dua orang terluka, satu rumah terbakar rusak berat, 4 rumah terbakar rusak sedang, dan 300 KK atau sekitar 750 orang mengungsi.

Terbaru satu orang lagi dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat insentif di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogjakarta.

Dan satu balita berumur 1 tahun 9 bulan, dengan luka bakar 63 persen, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogjakarta.

Informasi, teridentifikasi berarti sudah ditetapkan, dikenali, atau diketahui identitasnya. (Hans)

error: Content is protected !!