Spread the love

BLORA, Blok7.id – Kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon kembali menghantui warga Blora. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Keluhan itu bahkan langsung disampaikan kepada Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, melalui grup WhatsApp komunitas ‘INFO BLORA SEKITARNYA’, Minggu (22/2/2026).

Sejumlah warga menyebut stok di tingkat pangkalan menipis, sementara harga di pengecer mulai merangkak naik. Situasi ini memicu keresahan, terutama bagi rumah tangga miskin dan pelaku UMKM kecil yang sangat bergantung pada LPG subsidi.

Menanggapi keluhan tersebut, Sri Setyorini menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop).

“Insyaallah nanti siang saya koordinasi dengan Dindagkop, semoga aman dan baik-baik saja. Makasih masukan dan informasinya,” tulisnya, Senin (23/2/2026).

Dalam tanggapan lanjutan, ia menyebut lonjakan kebutuhan selama Ramadan sebagai salah satu kemungkinan penyebab kelangkaan.

“Salah satu faktor kemungkinan banyak lonjakan UMKM di bulan puasa yang mendadak, jadi kebutuhan naik. Sabar sahabatku semuanya,” tambahnya.

Ramadan memang identik dengan menjamurnya pedagang takjil dan usaha kuliner musiman. Namun warga menilai alasan lonjakan UMKM tak bisa dijadikan pembenaran berulangnya persoalan distribusi.

“Kalau tiap Ramadan selalu langka, berarti ada yang tidak beres dalam pengawasan,” ujar salah satu anggota grup dengan nada geram.

Desakan agar pemerintah daerah turun langsung ke lapangan pun menguat. Warga meminta adanya inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan dan operasi pasar untuk memastikan distribusi tepat sasaran serta mencegah dugaan penimbunan.

“Harus ada operasi penimbun gas,” tulis anggota lainnya secara tegas.

Kelangkaan LPG 3 kg bukan sekadar soal pasokan, tetapi menyangkut stabilitas ekonomi rakyat kecil. Gas melon adalah urat nadi dapur rumah tangga miskin dan usaha mikro. Ketika pasokan seret, yang terdampak bukan hanya antrean panjang, tetapi juga pendapatan harian yang terancam.

img-20260223-wa0007

Sementara itu, melalui pesan singkat WhatsApp, BL salah satu pengecer gas melon di Kelurahan Mlangsen mengeluhkan kepada media ini, bahwa diduga disetok koprasi merah putih.

“Kalah pokoknya. UMKM kalah sama KDMP,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sampai berita ini tayang belum ada penjelasan resmi dari pihak KDMP wilayah Blora, terkait diduga adanya tuduhan tersebut.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!