Spread the love

Blora. Blok7.id – Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora menggelar rapat istimewa menyikapi kepastian giling tebu 2026 di Pabrik Gula (PG) PT GMM Bulog. Rapat digelar di Bumi Indah Flora Tinapan, Kecamatan Todanan, Rabu (28/1/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Rapat dipimpin Ketua APTRI Blora Drs H Sunoto dan dihadiri pengurus APTRI, perwakilan petani tebu, serta utusan manajemen PT GMM Bulog, Rahmatouloh ST selaku Kepala Bagian Tanaman.

Dalam rapat tersebut, Sunoto menyampaikan bahwa Direktur Utama Perum Bulog telah menyetujui pelaksanaan giling tebu 2026 di PG PT GMM Bulog. Persetujuan itu disertai rencana penggantian dua boiler yang mengalami kerusakan berat dengan boiler baru.

Sunoto menyebut keputusan tersebut merupakan hasil perjuangan bersama Pemerintah Kabupaten Blora, DPRD Blora, pengurus APTRI, dan petani tebu.

Selain penggantian boiler, Bulog juga akan melakukan reformasi internal manajemen serta revitalisasi hubungan tripartit antara pabrik gula, petani tebu/APTRI, dan pemerintah daerah.

Renovasi pabrik gula akan dilakukan setelah dana margin fee Bulog sebesar 7 persen disetujui Sekretariat Negara.

“Ternyata pada hari Jumat 23 Januari 2026 usulan dana tersebut menurut keterangan dari Direktur Keuangan Bulog telah di ACC oleh Menteri Sekretaris Negara,Prasetyo Hadi,” kata Sunoto.

Meski demikian, hingga akhir Januari 2026 belum ada kejelasan kapan dana tersebut akan dicairkan. Padahal, proses lelang dan perbaikan boiler membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

“Sementara saat ini sudah memasuki akhir bulan Januari 2026.Sedangkan proses lelang dan melaksanakan kegiatan renovasi boiler pabrik gula membutuhkan waktu kurang lebih empat bulan,” ujarnya.

Sunoto memperkirakan jika dana cair pada Januari 2026, maka giling tebu 2026 bisa dimulai pada Juni 2026. Namun, hingga kini pencairan dana masih menunggu terbitnya instruksi presiden (inpres) yang melibatkan tiga kementerian.

“Sehingga diperkirakan kalau dana cair bulan januari 2026 maka giling tebu 2026 pabrik gula PT. GMM Bulog akan diawali bulan Juni 2026. Sayang realita yang ada sampai saat ini masih harus menunggu keluarnya inpres yang melibatkan tiga kementerian. Pertanyaan logis yang muncul dari para petani tebu “masih membutuhkan waktu berapa hari lagi kita menunggu keluarnya inpres,” sambung Sunoto.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan petani tebu. Mereka khawatir keterlambatan giling akan berdampak pada turunnya harga tebu.

Dalam rapat, sejumlah petani menyampaikan usulan agar APTRI kembali menggelar aksi ke Jakarta untuk meminta kepastian.

Ketua APTRI Blora mengusulkan gerakan lanjutan dengan mendatangi kantor Dirut Perum Bulog, kementerian terkait, Istana Presiden, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kapan lagi kita bergerak untuk merubah nasib kita kalau bukan saat ini juga,” tegas Sunoto.

Sejumlah peserta rapat menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Namun, mereka meminta langkah tersebut dilakukan dengan persiapan matang dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Perwakilan manajemen PT GMM Bulog, Rahmatouloh ST, meminta agar persoalan ini tetap ditempuh melalui dialog dan musyawarah. Ia meyakini janji Dirut Perum Bulog akan dipenuhi.

“Kalau bulan Januari dana cair maka giling tebu 2026 direncanakan awal Juni 2026.Karena kegiatan proses lelang dan perbaikan boiler diperkirakan membutuhkan waktu empat bulan,” terangnya.

Usai rapat, pengurus APTRI dan perwakilan petani tebu diterima langsung oleh jajaran manajemen PT GMM Bulog.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen menyampaikan telah melakukan pendekatan ke sejumlah vendor penyedia boiler sambil menunggu pencairan dana.

Direktur Operasional PT GMM Bulog, Krisna Murtiyanto, memastikan giling tebu 2026 tetap berjalan.

“99 persen dipastikan giling 2026 tetap berjalan dan tidak akan terlambat,” ujarnya.

error: Content is protected !!