Spread the love

Blok7.id – Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Heri Purnama mengapresiasi langkah dan komitmen Kementerian Agama dalam memperjuangkan nasib guru madrasah swasta.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ia berharap berbagai ikhtiar yang dilakukan bisa berbuah hasil nyata bagi kesejahteraan guru.

“Mohon doa semuanya dan keberkahan dari Allah datang buat kita semua, seluruh guru madrasah di Indonesia Sejahtera, di bawah komando Kementerian Agama dan Sekjen Kementerian Agama. Mudah-mudahan pertemuan kami hari ini berkah dan bisa memahami teman-teman semua,” tandasnya.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, saat Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menerima Heri Purnama untuk membahas sejumlah langkah strategis memperjuangkan guru madrasah.

Dalam pertemuan itu, Kamaruddin Amin menegaskan Kemenag tidak pernah lelah memperjuangkan pengangkatan guru madrasah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kami berdiskusi cukup panjang dan saya menegaskan bahwa Kementerian Agama dengan seluruh kewenangan yang ada akan terus melakukan mengambil langkah-langkah produktif, membuat kebijakan untuk memperjuangkan dan memuliakan guru,” tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ia menyebut perjuangan tersebut terus dilakukan melalui berbagai ruang kebijakan dan peluang regulasi yang memungkinkan.

“Termasuk di antaranya, kita masih memperjuangkan bagaimana guru honorer, jika memungkinkan serta masih ada ruang dan masih ada peluang, kita akan terus memperjuangkan itu, agar guru swasta kita itu bisa diangkat menjadi PPPK,” sambungnya.

Tak hanya soal PPPK, Kemenag juga mendorong percepatan sertifikasi guru di seluruh satuan pendidikan binaannya.

Saat ini, Kementerian Agama membina 1.157.050 guru, terdiri atas 360.632 guru PNS dan 796.418 guru non-PNS. Mereka mencakup guru madrasah, guru pesantren (Pendidikan Diniyah Formal dan Muadalah), serta guru pendidikan agama lintas agama.

Namun, masih terdapat 497.893 guru yang belum mengikuti sertifikasi. Rinciannya meliputi 423.398 guru madrasah, 24.057 guru PAI, 11.501 guru PDF dan Muadalah, 29.291 guru binaan Ditjen Bimas Kristen, 8.791 guru binaan Ditjen Bimas Katolik, 310 guru binaan Ditjen Bimas Buddha, 375 guru binaan Ditjen Bimas Hindu, serta 170 guru binaan Pusat Pendidikan dan Bimbingan Khonghucu.

“Kami juga akan terus berikhtiar agar mereka bisa disertifikasi,” tegas Kamaruddin Amin.

Ia juga menegaskan komitmen Kemenag dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan kualitas guru.

“Kita juga terus mengupayakan berbagai kebijakan lain untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Indonesia secara umum, dan tentu kualitas guru sebagai salah satu ekosistem terpenting dalam ekosistem pendidikan ini,” tandasnya.

error: Content is protected !!