SAMPANG, Blok7.id – Upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru honorer lulusan PPG (Pendidikan Profesi Guru) melalui Tunjangan Profesi Guru (TPG) tercoreng dugaan kasus di UPTD SDN Pulau Mandangin 2, Sampang.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!MS, guru olahraga penerima TPG, dilaporkan warga dan wali murid jarang hadir dan mengabaikan tugas mengajarnya.
Laporan menyebutkan siswa kelas 1 hingga 6 kerap tak mendapat pelajaran olahraga karena MS disinyalir lebih memprioritaskan kesibukan ganda, yakni menjalankan usaha agen Brilink dan pertambakan, bahkan tercatat sebagai anggota BPD.
”Jam kehadiran mengajarnya hanya beberapa kali saja dalam seminggu,” ungkap warga yang kecewa, menyoroti MS seharusnya fokus mengajar setelah menerima TPG.
Kendati demikian, saat dikonfirmasi media ini, MS membantah keras laporan tersebut, menyebutnya ‘persepsi tanpa bukti’ dan dugaan iri.
“Saya tidak menampik terkait ketidakhadiran, selalu berizin kepada Kepala Sekolah. Dan saya mengakui semangat luar biasa untuk menambah penghasilan melalui usaha Brilink, pertambakan, dan jabatan BPD,” ungkapnya.
Kasus ini memicu sorotan tajam terhadap komitmen profesionalisme guru honorer penerima TPG serta lemahnya pengawasan sekolah dan dinas terkait terhadap disiplin kehadiran mengajar. Ini menguatkan dugaan abai tugas. (Rusfandi)
