BLORA, Blok7.id – Aksi warga memberi tanda jalan berlubang dengan cat pilok bertuliskan ‘Dalane Bosok’ di sepanjang Jalan Maluku, Blora, mendadak viral dan menyita perhatian publik. Aksi tersebut muncul setelah pelaksanaan pemeliharaan jalan di kawasan Tugu Pancasila pada 19 Februari 2026 oleh Dinas PUPR setempat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Tulisan mencolok di badan jalan itu diduga sebagai bentuk protes warga terhadap kondisi jalan yang dinilai masih rusak dan berlubang, meski pemerintah mengklaim telah melakukan pemeliharaan rutin.
Slamet Setyo Hartono, pelaksana pemeliharaan jalan dan jembatan Dinas PUPR Blora, mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan bertahap sepanjang 2026.
“Kita dari Dinas PUPR berusaha pemeliharaan rutin di tahun 2026. Banyak jalan yang berlubang, terutama dari Jalan Gunandar lingkar sampai Jalan Halmahera. Kemudian kita lanjut di Jalan Mr Iskandar, dari Pasar Lama ke selatan sampai Jalan Pasar Sido Makmur,” jelasnya, Kamis (19/2/2026).
Ia mengakui perbaikan dilakukan berdasarkan titik-titik kerusakan (spot-spot), sehingga panjang total yang dikerjakan tidak bisa dipastikan. Fokusnya, kata dia, adalah menambal jalan berlubang agar aman dilalui, terutama menjelang arus mudik dan hari raya.
“Yang berlubang dan rusak akan kita tambal agar pengguna jalan saat hari raya bisa berjalan lancar dan tidak terjadi kecelakaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Blora, Ipda Hadi Sutomo, menjelaskan bahwa penandaan lubang menggunakan cat pilok merupakan tindak lanjut hasil Forum Komunikasi Lalu Lintas.
“Setiap ada jalan berlubang dan berpotensi menyebabkan kecelakaan, kami tandai dengan cat pilok. Setelah itu ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR. Jadi di Kabupaten Blora sudah ada sinergitas forum komunikasi lalu lintas,” ujarnya.
Meski demikian, di lapangan keluhan tetap terdengar. Karmin, seorang sopir truk yang kerap melintas di jalur tersebut, menilai perbaikan belum maksimal.
“Belum rapi, masih banyak yang berlubang,” katanya singkat, Selasa (24/2/2026).

Viralnya tulisan ‘Dalane Bosok’ menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Di satu sisi, ada upaya perbaikan dan sinergi antarinstansi. Namun di sisi lain, kondisi jalan yang belum sepenuhnya mulus memicu kritik terbuka dari warga.
Kini publik menunggu langkah konkret dan percepatan perbaikan, agar aksi sindiran di atas aspal tak terus berulang dan keselamatan pengguna jalan benar-benar terjamin.
(Redaksi)
