Spread the love

BLORA, Blok7.id – Kecamatan Jepon menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan pangan dengan menggelar tanam bersama di pekarangan Kantor Kecamatan Jepon, sisi timur kantor, Jumat (13/2/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Blora melalui Gerakan Gemar Si Pangan. Namun, lebih dari sekadar agenda simbolis, gerakan ini diharapkan benar-benar menjadi langkah konkret yang berkelanjutan.

Mengusung tema ‘Budayakan Gerakan Memanfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Kecamatan Jepon’, kegiatan tanam bersama melibatkan Forkopimcam, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Jepon, serta unsur lintas sektoral.

Kebersamaan lintas elemen ini menjadi pesan tegas bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat.

Plt. Camat Jepon, Andi Nurrohman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memberi contoh langsung kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan.

“Penanaman ini dilakukan dalam rangka mendukung Gerakan Gemar Si Pangan di Kecamatan Jepon. Kami melakukan penanaman bersama di lahan pekarangan yang berada di sebelah timur Kantor Kecamatan Jepon bersama Forkopimcam, para kepala desa dan lurah, serta lintas sektoral se-Kecamatan Jepon,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Camat Jepon, Marthin Ukie Ardhana, menambahkan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut program Pemkab Blora agar setiap instansi dan wilayah mampu mengoptimalkan lahan yang ada.

“Kegiatan menanam ini dalam rangka mendukung program dari Pemkab Blora, yaitu Gerakan Gemar Si Pangan. Harapannya, pekarangan yang ada di masing-masing dinas, badan, maupun kecamatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Adapun tanaman yang dibudidayakan meliputi cabai, terong, tomat, dan berbagai sayuran lainnya. Tanaman tersebut dipilih karena mudah ditanam, cepat panen, serta langsung menyentuh kebutuhan dapur rumah tangga.

Gerakan ini menjadi ujian konsistensi. Jika dikelola serius dan berkelanjutan, pemanfaatan pekarangan bukan hanya memperindah lingkungan kantor, tetapi juga mampu menekan pengeluaran pangan rumah tangga dan memperkuat kemandirian masyarakat.

Kini tantangannya jelas, apakah Gerakan Gemar Si Pangan akan menjadi budaya baru di Jepon, atau berhenti sebagai dokumentasi kegiatan semata? Waktu dan komitmen bersama yang akan menjawabnya.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!