Spread the love

BLORA, Blok7.id – Kontroversi proyek kolam wisata Goa Sentono di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora terus bergulir. Di tengah sorotan publik soal dugaan keretakan bangunan, Kepala Desa Mendenrejo, Supari, memberikan klarifikasi rinci dan membantah keras adanya kerusakan struktural.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menjawab isu utama, Supari menegaskan bahwa yang terlihat warga bukanlah retakan, melainkan hanya nat keramik yang belum terisi sempurna.

“Itu bukan retak, tapi nat keramik yang belum penuh. Nanti kita penuhi natnya,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia memastikan kondisi bangunan masih baik dan sesuai perencanaan. Bahkan, menurutnya, seluruh pekerjaan telah mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun sebelumnya.

Proyek tersebut, lanjut Supari, dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa yang ditunjuk melalui Surat Keputusan (SK). Ia juga menegaskan bahwa proses pembangunan telah melalui perencanaan teknis matang, termasuk desain dan spesifikasi konstruksi.

Terkait anggaran, Supari membenarkan total dana mencapai Rp400 juta, yang terdiri dari Rp150 juta Bantuan Keuangan Kabupaten (Bankab) Blora 2025 dan Rp250 juta dari Pendapatan Asli Desa (PAD).

Namun, polemik muncul karena papan proyek sebelumnya hanya mencantumkan dana Bankab. Menanggapi hal itu, Supari berdalih bahwa papan informasi dari sumber PAD sempat roboh.

“Semua papan proyek ada di lokasi. Yang dari PAD memang sempat rubuh, tapi sudah kita tancapkan lagi,” jelasnya.

Ia juga membantah adanya upaya menutup-nutupi informasi anggaran. Menurutnya, seluruh data dapat dicek langsung di lapangan.

Dari sisi pengawasan, Supari menyebut proyek telah didampingi oleh pendamping desa dan kecamatan. Bahkan, Inspektorat disebut telah melakukan pemeriksaan pada Selasa, 7 April 2026.

“Sudah dicek Inspektorat, dan hasilnya sesuai RAB,” katanya.

Soal status pekerjaan, Supari menyatakan proyek telah diserahterimakan dari TPK kepada pemerintah desa (PHO), dengan kesimpulan bangunan layak dan sesuai spesifikasi.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kekurangan kecil pada bagian nat keramik. Ia memastikan perbaikan akan segera dilakukan oleh TPK.

“TPK siap membenahi hari ini juga,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan soal tanggung jawab, Supari menegaskan bahwa TPK bersama pemerintah desa menjadi pihak yang bertanggung jawab penuh jika ditemukan ketidaksesuaian.
Ia juga membantah dugaan kelalaian maupun penyimpangan anggaran.

Menurutnya, setelah pengecekan langsung, tidak ditemukan kerusakan maupun kesalahan teknis dalam pembangunan.

“Bangunan masih sangat baik dan dikerjakan sesuai RAB,” ujarnya.

Sebelumnya, warga setempat mengeluhkan kondisi kolam yang disebut sudah retak meski belum digunakan. Kritik juga mengarah pada transparansi anggaran, memicu desakan audit menyeluruh.

Meski pihak desa telah memberikan klarifikasi panjang, perbedaan persepsi antara temuan warga dan penjelasan resmi pemerintah desa masih menyisakan tanda tanya. Publik kini menunggu pembuktian di lapangan, sekaligus transparansi penuh atas proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!