BLORA, Blok7.id – Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kini makin parah melanda Kabupaten Blora. Antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU terlihat sejak beberapa hari terakhir, membuat aktivitas ekonomi dan pertanian warga terganggu.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menariknya, meski tengah menunaikan ibadah Umroh di Makkah al-Mukarramah, Bupati Blora Arief Rohman tetap mengambil langkah cepat. Melalui koordinasi jarak jauh, ia langsung menginstruksikan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) untuk turun tangan menangani kelangkaan solar yang mulai berdampak serius pada sektor pertanian.
“Saya teruskan ke kadinas Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora,” ujar Bupati Arief Rohman saat dihubungi awak media melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (8/11/2025).
Langkah cepat itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya datang dari Mbah Man, seorang petani asal Kecamatan Blora Kota, yang turut merasakan dampak kelangkaan solar terhadap aktivitas mengolah lahan sawah.
“Terima kasih Bapak Bupati Arief Rohman, Ibu Wakil Bupati Sri Setyorini, dan Wakil Ketua DPRD Bapak Lanova, yang gerak cepat menyikapi kelangkaan solar ini,” ucapnya.

Mbah Man menuturkan, saat ini merupakan musim penting bagi petani untuk mengolah lahan pertanian. Tanpa solar, banyak traktor tidak bisa beroperasi, menghambat proses tanam dan mengancam produktivitas pangan daerah.
“Sekarang waktunya mengerjakan lahan sawah. Traktor-traktor sampai kesulitan, kan kasihan. Seharusnya sektor pertanian mendapat perlakuan khusus. Kami berharap ada regulasi yang mendukung, karena selama ini surat izin dan aturan terus berubah-ubah,” keluhnya.
Sementara itu, Lilik Setyawan, Sekretaris DP4 Kabupaten Blora, saat dikonfirmasi, memberikan keterangan singkat.
“Silakan ke bidang sarpras,” ujarnya singkat ketika dimintai penjelasan lebih lanjut terkait langkah teknis yang akan diambil. (Hans)
