Spread the love

JAKARTA, Blok7.id – Pesan keras dan bernas disampaikan Komisaris Jenderal Polisi Chryshnanda Dwilaksana, kepada jajaran kepolisian. Dalam sebuah video yang beredar, Komjen Chryshnanda menegaskan bahwa integritas dan kejujuran adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ia mengingatkan seluruh personel agar benar-benar memegang teguh pakta integritas yang telah ditandatangani, bukan sekadar formalitas belaka.

“Pakta integritas yang saudara tandatangani itu harus diikuti, ditekuni, dan dijalani. Jangan jadi pembohong. Masyarakat jengkel karena sering dibohongi,” tegasnya, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, rusaknya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum kerap berawal dari perilaku tidak jujur.

Selain kebohongan, Komjen Chryshnanda juga menyoroti tiga penyakit moral yang harus dijauhi anggota Polri, yakni kesombongan, ketamakan, dan amarah.

“Yang kedua itu sombong, yang ketiga tamak. Hidupnya penuh amarah,” ujarnya lugas.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa polisi harus hadir sebagai cooling system di tengah masyarakat, menjadi sosok yang menenangkan, membawa kedamaian, dan menciptakan rasa aman.

“Saudara harus bisa menjadi cooling system. Saudara harus membawa kedamaian. Saudara harus membuat orang bahagia jiwanya, tapi bukan berarti permisif terhadap perkeliruan,” katanya.

Komjen Chryshnanda menekankan bahwa sikap humanis tidak boleh menghilangkan ketegasan dalam menegakkan hukum. Pembiaran terhadap kesalahan, menurutnya, justru akan melahirkan preseden buruk yang merusak tatanan hukum dan moral institusi.

“Sekali kita tidak menegakkan yang benar, itu akan menjadi preseden buruk,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri dan spiritualitas dalam menjalankan tugas kepolisian. Anggota Polri yang kehilangan kemampuan untuk bercermin dan memperbaiki diri, lanjutnya, akan semakin jauh dari nilai-nilai ketuhanan.

“Orang yang tidak bisa introspeksi diri, dia akan jatuh. Dia pasti jauh dari Tuhan. Kita orang beriman harus selalu dijamah oleh Tuhan,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa profesionalisme Polri tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari integritas moral, pengendalian diri, dan kedekatan spiritual, demi mengembalikan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!