PATI, Blok7.id – Sebuah insiden percobaan pembakaran yang menghebohkan terjadi di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat dini hari, 3 Oktober 2025.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Rumah kediaman Teguh Irianto, seorang aktivis terkemuka dari Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB), menjadi target serangan teror yang diduga kuat bernuansa kriminal dan politis.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, bertepatan dengan waktu Subuh.
Kronologi Singkat: Pelaku Menyiram Bensin Saat Azan
Menurut Kristoni Duha, Kuasa Hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang mendampingi Teguh, serangan itu dilakukan oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.
”Sekitar pukul 4 pagi, tadi subuh, ada dua orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor menyiramkan bensin di depan rumah Pak Teguh, kemudian melakukan pembakaran,” jelas Kristoni.
Beruntung, saat kejadian berlangsung, azan Subuh berkumandang, yang membuat Teguh dan keluarganya terbangun tepat waktu. Kesigapan ini memungkinkan mereka untuk segera memadamkan api sebelum merambat lebih jauh, sehingga kerugian jiwa dan kerusakan parah dapat dihindari.
Tuntutan Tegas Kuasa Hukum: Cari Mastermind!
Menanggapi insiden yang diduga kuat bernuansa teror ini, pihak Teguh menyatakan akan segera melayangkan laporan resmi ke Polresta Pati, Jumat sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun, fokus utama Kristoni Duha bukan hanya pada pelaporan, melainkan pada tuntutan serius kepada aparat penegak hukum.
Pertama, ia mendesak Kapolresta Pati dan jajarannya untuk bekerja serius dalam memberikan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan hukum kepada seluruh warga Pati.
“Agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Hari ini terjadi kepada Pak Teguh. Kita tidak tahu siapa lagi besok yang akan mereka target,” tegasnya.
Kedua, Kuasa Hukum secara terang-terangan menyatakan kecurigaan bahwa insiden ini bukan aksi acak, melainkan didalangi oleh pihak tertentu. Ia meyakini, mustahil dua orang tak dikenal berani melakukan tindakan ekstrem membakar rumah dan membahayakan satu keluarga tanpa adanya pihak yang menyuruh.
”Pasti ada dalangnya, pasti ada mastermind-nya. Aktor intelektualnya pasti ada, dan Kapolresta Pati beserta jajaran pasti bisa mencari,” ungkap Kristoni, menuntut kepolisian untuk mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya.
Selain itu, ia juga meminta para pelaku kejahatan agar segera menyerahkan diri ke kepolisian untuk mempermudah proses penyidikan.
Ketiga, Kristoni menutup pernyataannya dengan sebuah seruan moral agar perbedaan pandangan, terutama terkait politik atau kritik terhadap pemerintah, tidak dijadikan alasan untuk saling membenci, apalagi sampai membahayakan nyawa sesama warga negara.
“Insiden pembakaran ini menambah daftar panjang kekerasan yang diduga berkaitan dengan kritik dan aksi Teguh selama ini, memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: Siapakah dalang di balik teror terhadap aktivis di Pati ini? Polresta Pati diharapkan segera memberikan respons dan langkah konkret untuk menjawab tuntutan serius dari masyarakat,” pungkas Kristoni. (Hans)
