Spread the love

BLORA, Blok7.id – Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk tronton di simpang empat Maguwan, Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, memicu sorotan tajam dari masyarakat terhadap sistem pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ilham, salah satu warga Blora, menilai peristiwa tersebut menjadi preseden buruk bagi keselamatan pengguna jalan. Ia meminta agar pengawasan dan proses uji KIR diperketat, terutama oleh instansi yang memiliki kewenangan di bidang tersebut.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Uji KIR harus diperketat, mulai dari petugas internal hingga pemilik usaha angkutan umum di Blora maupun dari daerah lain,” ujar Ilham, Sabtu (7/3/2026).

Sorotan masyarakat mengarah kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Blora yang memiliki kewenangan dalam pengujian kelayakan kendaraan di jalan raya.

Sejumlah pihak bahkan meminta klarifikasi terkait dokumen kendaraan truk yang terlibat kecelakaan, termasuk STNK dan bukti uji KIR.

Pertanyaan publik semakin menguat setelah muncul informasi bahwa kemampuan pengujian kendaraan di Blora disebut baru sampai tingkat kompetensi penguji PT3. Dalam sistem pengujian kendaraan, jenjang tersebut dinilai belum mencakup kendaraan berat tertentu seperti truk tronton.

Dengan kondisi tersebut, kendaraan berat milik warga Blora seharusnya menjalani uji KIR di daerah yang memiliki fasilitas dan sertifikasi penguji lebih tinggi, seperti di Pati atau Semarang.

“Kalau kendaraan sekelas truk tronton, semestinya diuji di daerah yang kompetensinya lebih tinggi. Ini penting agar kendaraan benar-benar layak jalan,” ujar sumber lain yang turut menyoroti persoalan tersebut.

Kecelakaan di simpang empat Maguwan sendiri diduga terjadi setelah truk tronton mengalami rem blong saat melintas di jalan menurun. Kendaraan berat itu kemudian menabrak sejumlah sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah.

Akibat kejadian tersebut, beberapa pengendara motor mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa ini kini menjadi perhatian publik karena dinilai berkaitan langsung dengan aspek kelayakan kendaraan. Masyarakat pun mempertanyakan apakah truk tersebut menjalani uji KIR di Blora atau melakukan pengujian di daerah lain yang memiliki kewenangan lebih tinggi.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!