BLORA, Blok7.id – Langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan terus ditunjukkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Lanova Chandra Tirtaka.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Blora yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Mas Lanova melakukan kunjungan kerja strategis ke PT Agrinas Pangan Nusantara, BUMN yang bergerak di sektor pangan dan pertanian nasional.
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi titik awal penguatan hilirisasi pertanian dan peternakan berbasis potensi lokal Blora.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Blora dan manajemen PT Agrinas Pangan Nusantara membahas peluang kerja sama konkret yang dapat segera direalisasikan untuk mendorong nilai tambah hasil pertanian dan peternakan daerah.
Fokus pembahasan diarahkan pada pemetaan komoditas unggulan Blora, kesiapan infrastruktur pendukung, serta skema kemitraan yang berpihak pada petani dan peternak.
Sinergi ini diharapkan mampu menghubungkan hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Blora memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar di Jawa Tengah. Blora dikenal sebagai lumbung jagung dan padi, sekaligus daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah.
Namun, selama ini nilai tambah komoditas tersebut masih banyak dinikmati di luar daerah.
Mas Lanova menegaskan, hilirisasi menjadi kunci agar kekayaan sektor pertanian dan peternakan Blora benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Blora ini kuat di hulu, tapi kita ingin rakyat juga kuat di hilir. Petani dan peternak tidak cukup hanya menjual bahan mentah. Mereka harus masuk ke rantai nilai pengolahan dan pemasaran agar pendapatannya naik dan berkelanjutan,” tegas Mas Lanova, Senin (26/1/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap PT Agrinas Pangan Nusantara yang dinilainya memiliki kepedulian nyata terhadap petani dan peternak. Menurutnya, keberadaan BUMN di sektor pangan tidak boleh semata berorientasi bisnis, tetapi harus menjadi alat negara untuk membela ekonomi rakyat.
“Alhamdulillah, pertemuan yang awalnya tidak direncanakan justru membuka ruang diskusi strategis. Hari ini kami hadir dengan delegasi lengkap dari Pemkab Blora agar kerja sama ini tidak berhenti di wacana, tetapi benar-benar melahirkan program nyata yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi warga Blora,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak PT Agrinas Pangan Nusantara menyambut positif komitmen Pemkab Blora dan DPRD. Sinergi yang dibangun diarahkan pada pengembangan industri pengolahan jagung dan padi, industri turunan peternakan sapi potong, serta penyerapan tenaga kerja lokal secara masif.
Kunjungan kerja ini menegaskan arah kebijakan Mas Lanova bersama Pemkab Blora dalam menjadikan sektor pertanian dan peternakan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi rakyat.
Dengan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, DPRD, BUMN, dan masyarakat, Blora ditargetkan bertransformasi dari sekadar daerah penghasil bahan mentah menjadi sentra industri pangan berbasis kerakyatan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
(Redaksi/Hans)
