PATI, Blok7.id – Drama politik di Kabupaten Pati mencapai titik balik yang mengejutkan. Rencana pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, dipastikan batal setelah mayoritas fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati memilih untuk memberikan kesempatan kedua alih-alih melanjutkan proses penggulingan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam rapat paripurna yang digelar pada 31 Oktober 2025, Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyatakan bahwa dari tujuh fraksi, hanya Fraksi PDIP yang bersikeras merekomendasikan pemakzulan. Enam fraksi lainnya sepakat untuk menghentikan proses tersebut dan meminta Sudewo memperbaiki kinerjanya.
”Hasil rapat paripurna hak angket dilanjutkan pansus kemudian dilanjutkan paripurna hak menyatakan pendapat berupa hak rekomendasi kinerja Bupati Pati ke depan,” ujar Badrudin, mengesahkan keputusan untuk tidak meneruskan proses pemakzulan.
Keputusan ini mendapat respons langsung dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menghormati sepenuhnya langkah politik yang diambil DPRD Pati.
”Kemendagri sedari awal menghormati proses politik berdasarkan undang-undang yang ada di DPRD. Keputusan DPRD untuk memilih melakukan perbaikan tentu kita hormati. Ini pelajaran mahal untuk semua pimpinan di daerah,” kata Bima Arya, Minggu (2/11/2025).
Bima menambahkan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, telah lebih dulu menegur Sudewo secara langsung.
”Pak Mendagri sejak awal telah menegur langsung pak Bupati meminta agar memperbaiki komunikasi dan hati-hati dalam proses pembuatan kebijakan. Harus lebih peka terhadap situasi yang ada di masyarakat,” jelas Bima.
Polemik ini diharapkan menjadi evaluasi serius bagi Sudewo dan seluruh kepala daerah lainnya agar lebih peka terhadap aspirasi publik dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Sudewo kini memiliki waktu yang sempit untuk membuktikan komitmen perbaikan, sebab kegagalan bisa berarti terbukanya kembali pintu hak menyatakan pendapat di masa mendatang. (Hans)
