Spread the love

Blok7.id – Publik digemparkan oleh peristiwa ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Insiden yang terjadi saat ibadah salat Jumat itu menelan puluhan korban luka dan diduga berasal dari bom rakitan.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut. Ia menekankan pentingnya penanganan komprehensif bagi para korban, tak hanya dari sisi medis, tetapi juga pemulihan mental.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas peristiwa memilukan ini. Doa kami panjatkan untuk seluruh korban, semoga mereka dapat segera pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun mental. Lebih dari sekadar perawatan medis, kami mendesak agar seluruh korban dan keluarga mereka segera diberikan pendampingan psikologis yang menyeluruh dan berkelanjutan,” ungkap Ratih.

Ratih menilai, penting untuk memastikan agar kejadian tersebut tidak menimbulkan trauma jangka panjang bagi para siswa. Ia berharap tidak muncul ketakutan yang membuat pelajar enggan kembali ke sekolah.

Legislator asal Dapil Sulawesi Barat itu juga meminta aparat kepolisian bergerak cepat menuntaskan penyelidikan. Ia menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik agar tidak muncul spekulasi liar.

“Mengingat sensitivitas kasus itu, kami juga mendesak agar hasil penyelidikan dapat diperbarui secara berkala dan segera kepada publik. Transparansi penting untuk menghindari kesimpangsiuran berita dan berkembangnya hoaks di masyarakat, namun tentu saja harus dilakukan dengan tetap menghormati privasi peserta didik yang terlibat,” tukas Ratih.

Lebih lanjut, Ratih menyoroti narasi yang beredar soal dugaan bom rakitan yang dibuat oleh siswa dan kaitannya dengan kasus perundungan di sekolah. Ia menegaskan, aparat harus benar-benar menelusuri kebenaran informasi tersebut.

“Jika dalam penyelidikan nanti terbukti benar bahwa ada unsur perundungan yang melatarbelakangi insiden mengerikan ini, maka ini adalah alarm darurat bagi dunia pendidikan kita,” tegasnya.

Ratih menekankan, kasus perundungan tidak bisa dianggap sepele. Setiap bentuk bullying, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia maya, harus ditindak tegas dan diberi konsekuensi yang adil.

“Peristiwa tersebut harus menjadi penegas bahwa tindakan bullying dalam bentuk apapun tidak bisa dikompromi dan tidak dapat ditoleransi. Ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan sebuah tindakan yang dapat memicu tragedi kemanusiaan,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen pendidikan sekolah, guru, komite, orangtua, hingga masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan pengawasan.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif bagi setiap anak,” pungkas Ratih.

error: Content is protected !!