BLORA, Blok7.id – Diterpa isu debu yang mengganggu kesehatan serta lingkungan. Pabrik pengolahan Kapur dan Kalsium Perseroan Terbatas Pentawira Agraha Sakti (PT. PAS) yang berada di wilayah Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berikan penjelasan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu perwakilan PT Pentawira, Rahman, saat di temui oleh awak media ini, Rabu (23/7/2025).
“Jadi terkait dengan adanya isu debu, setahu saya itu belum ada, terkait debu yang menimbulkan mata perih, dan tanaman tidak subur. Kalau setahu saya, di bulan-bulan lalu saat masa panen raya padi, serta saya menyempatkan berkomunikasi dengan petani yang ada di blakang pabrik untuk menyerap aspirasi keluhan mereka, jawabannya juga belum ada,” ucapnya.
“Justru petani mengakui jika tanamannya subur, bahkan hasil panen padi mereka sangat meningkat di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana, yang tahun sebelumnya kurang lebih 29 sak, kini bisa mencapai kurang lebih 42 sak. Akhirnya kami ya percaya pada petani,” ucapnya kembali.
Namun, oihaknya juga menceritakan kembali bahwasanya memang ada debu dari jalan yang menggangu tanaman. Akan tetapi, kemungkinan hanya beberapa persen saja.
“Memang ada debu dari jalan, dan itupun sedikit mungkin ya berapa persen saja, yang akhirnya kabur ke tanaman. Lha debu itu, kandungannya penyubur tanaman P2O5,” ungkapnya.
“P2O5 adalah difosfor pentaoksida. Senyawa P2O5 merupakan senyawa anorganik yang terdiri dari dua atom fosfor (P) dan lima atom oksigen (O), yang membentuk molekul dengan rumus kimia P2O5, bahan untuk Pupuk fosfat,” ungkapnya kembali.

Tak hanya itu, ketika disinggung terkait dengan pengaruh cuaca saat ini, dirinya kembali memberikan penjelasan secara jelas dan gamblang.
“Kalau soal faktor cuaca itu, tidak pengaruh selama ini. Terus nanti ada faktor cuaca yang panas, misal ada debu itu pun kita langsung melakukan penyiraman supaya tidak mengganggu aktivitas lainnya,” jelasnya.
Terakhir, Ia juga menambahkan, bersama Tim PT Pentawira akan terus menyerap aspirasi, melakukan kordinasi serta menerima masukan saran dan kritik. Hal itu, dilakukan guna aktivitas yang dilakukan oleh pabrik tersebut, tidak berdampak pada lingkungan dan merugikan masyarakat.
“Mohon doanya semoga pabrik ini cepat selesai, dan bisa menyerap tenaga kerja lokal, serta mengurangi pengangguran yang ada di Kabupaten Blora. Bersama-sama sasarengan mbangun Blora Berkelanjutan,” tandasnya. (Hans)
