BLORA, Blok7.id – Masyarakat Kabupaten Blora diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi adanya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyediakan bahan bakar jenis Solar.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY memastikan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di wilayah Blora dalam kondisi aman dan mencukupi.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufiq Kurniawan, menyampaikan bahwa per hari ini total stok Solar yang tersebar di 16 SPBU se-Kabupaten Blora mencapai sekitar 100.000 liter.
“Kondisi antrean jangan dimaknai sebagai kelangkaan. Stok Solar di Blora dalam kondisi normal dan distribusi berjalan lancar,” tegas Taufiq, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, peningkatan antrean di beberapa SPBU disebabkan oleh meningkatnya aktivitas ekonomi di akhir tahun, di mana berbagai proyek pekerjaan baik dari sektor swasta maupun pemerintah tengah dikebut untuk mengejar target penyelesaian.
Kondisi ini membuat permintaan Solar atau Gas Oil meningkat signifikan.
Selain menjamin ketersediaan Solar, Pertamina juga memastikan bahwa stok Pertalite di wilayah Blora tetap aman. Saat ini, Pertalite tersedia di 20 SPBU, sementara Solar dapat diperoleh di 16 SPBU.
“Semua kami jamin aman,” ujar Taufiq menegaskan.
Taufiq juga menjelaskan bahwa pasokan BBM ke Blora dipenuhi dari beberapa titik suplai utama, seperti Terminal BBM Semarang dan Boyolali, serta supply point cadangan dari Tuban sebagai langkah antisipasi bila terjadi lonjakan permintaan lebih lanjut.
Tanggapan atas Keluhan dan Antrean Truk
Menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai antrean panjang truk, terutama dump truck pengangkut material proyek yang tampak mengular di sejumlah SPBU, Taufiq menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan karena kelangkaan Solar, melainkan akibat peningkatan permintaan sementara dari sektor industri dan proyek infrastruktur.
“Antri karena permintaan meningkat, bukan karena stok kosong,” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah warga Blora juga sempat mengeluhkan adanya pengangsu Solar atau pembelian menggunakan jeriken oleh pihak-pihak tertentu yang dinilai mengganggu jatah masyarakat umum.
Terkait hal ini, Taufiq menegaskan bahwa pengawasan terhadap praktik pengangsu bukan menjadi kewenangan Pertamina secara langsung, melainkan berada di ranah aparat penegak hukum.
“Pengangsu itu ranahnya kepolisian. Kami tidak bisa menindak konsumen langsung. Namun semua transaksi sekarang sudah menggunakan QR Code, jadi operator atau SPBU sudah tidak bisa bermain-main,” tegasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam membeli BBM dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Distribusi dan pasokan Solar di wilayah Blora, lanjut Taufiq, berjalan sesuai kebutuhan dan stok aman.
Dengan langkah antisipatif yang telah dilakukan, Pertamina memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri di Kabupaten Blora dapat terpenuhi secara optimal menjelang akhir tahun 2025.
“Kami terus memonitor distribusi dan ketersediaan stok di lapangan agar tidak ada gangguan pasokan. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tutup Taufiq. (Hans)
