Spread the love

Blok7.id – Penyelidikan insiden robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, terus bergulir. Peristiwa yang terjadi pada Senin, 29 September 2025, itu menelan ratusan korban dan kini tengah ditangani serius oleh pihak kepolisian.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan perkembangan terbaru kasus tersebut, Rabu (15/10/2025). Ia menegaskan, proses pemeriksaan masih berada pada tahap awal dengan fokus memintai keterangan sejumlah saksi.

“Ya, ini masih pemeriksaan awal. Ada beberapa saksi yang sedang kita panggil, sehingga nanti setelah itu baru mungkin akan memberikan laporan progresnya ke saya dari para penyidik. Jadi, nunggu nanti kami akan update mengenai kelanjutannya,” ujar Nanang.

Dari hasil asesmen sementara pasca pembongkaran reruntuhan, sejumlah bangunan di kompleks pesantren dinilai tidak lagi aman untuk digunakan.

“Kita melihat bahwa gedung-gedung itu juga sementara ini membahayakan kalau dipakai. Kami tidak ingin terjadi ada korban-korban berikutnya,” ungkapnya.

Untuk mencegah risiko lebih besar, polisi menetapkan status quo terhadap bangunan-bangunan terdampak hingga penyidikan dan rekomendasi teknis dari pihak berwenang selesai dilakukan.“Sementara ini status quo, dan kita juga kerja sama dengan pemda setempat untuk mengalokasikan ke mana adik-adik santri ini bisa melanjutkan aktivitas,” tegas Kapolda Jatim itu.

Meski dilanda musibah, Nanang memastikan kegiatan pendidikan para santri harus tetap berjalan. Ia menyebut pemerintah daerah akan membantu memfasilitasi agar proses belajar mengajar tidak terhenti.

“Bagaimanapun juga dengan kejadian ini jangan sampai aktivitas terhenti, harus tetap dilanjutkan. Karena ini kan ada progres dari perencanaan dan kurikulum pesantren tersebut. Dan ini juga akan difasilitasi oleh pemda,” pungkasnya.

error: Content is protected !!