Spread the love

Blok7.id – Kritikus politik Faizal Assegaf bersama sejumlah aktivis diundang Komisi Percepatan Reformasi Polri untuk menyampaikan aspirasi di Gedung STIK-PTIK, Rabu (19/11/2025).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam pertemuan tersebut, Faizal memberikan sejumlah masukan penting, termasuk agar Polri berada di bawah Kementerian Keamanan.

“Ini untuk memutus kepentingan politis penguasa sehingga membuat polisi independen,” kata Faizal.

Masukan lainnya terkait penanganan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Faizal mengusulkan agar kasus tersebut diselesaikan melalui mediasi, tanpa langsung masuk jalur proses hukum.

Menurutnya, pendekatan ini bisa menjadi solusi bagi kasus-kasus yang dinilai ‘kontra produktif’ dan berbau politik.

“Kami berharap tim reformasi Polri dapat memediasi kasus-kasus hukum yang dianggap inkontra produktif yang dianggap tidak penting barang kali bisa diselesaikan melalui pendekatan-pendekatan dialogis,” ujarnya.

Selain itu, Faizal menekankan pihaknya akan menggalang dukungan moral agar Tim Reformasi Polri bekerja lebih fokus, dengan pendekatan konstruktif dan substansial, bukan sekadar pembahasan tematis.

“Paling penting kami akan galang gelombang dukungan yang kuat secara moral kepada tim reformasi Polri untuk bekerja lebih fokus untuk tidak sekadar pembasahan bersifat tematis tapi masuk dalam pendekatan substansi yang konstruktif,” katanya.

Diketahui, audiensi seharusnya juga dihadiri mantan Menpora Roy Suryo, ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, Dokter Tifauziah Tyassuma alias Dokter Tifa, dan Wakil Ketua TPUA Muhammad Rizal Fadillah.

Namun, mereka memilih walk out karena peserta yang berstatus tersangka dilarang berbicara dalam forum.

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan soal walk out yang dilakukan Refly Harun bersama Roy Suryo cs saat audiensi.

Jimly mengatakan, beberapa hari sebelum audiensi, pihaknya sudah mengabulkan surat permohonan Refly Harun dan kawan-kawan untuk ikut audiensi.

Namun, ada beberapa nama yang hadir berbeda dari daftar nama yang dikonfirmasi sebelumnya kepada Refly Harun, satu hari sebelum audiensi digelar.

Beberapa nama yang tidak ada dalam daftar sebelumnya, di antaranya Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, dan Rismon Sianipar, yang diketahui tengah berstatus tersangka terkait kasus ijazah Jokowi saat ini.

error: Content is protected !!