BLORA, Blok7.id – Proyek pembangunan kolam wisata di kawasan Goa Sentono, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, menjadi sorotan publik. Bangunan yang menelan anggaran hingga Rp400 juta itu dilaporkan sudah mengalami kerusakan berupa retak-retak, meski belum pernah digunakan sama sekali.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Keluhan tersebut disampaikan warga setempat, MH, yang menyayangkan kualitas proyek yang dinilai jauh dari harapan. Ia menegaskan, kondisi fisik kolam sudah menunjukkan kerusakan meskipun belum difungsikan.
“Intinya kolam renang itu belum dipakai, tapi sudah retak-retak dan sebagainya,” ungkapnya.
MH menjelaskan, proyek tersebut didanai dari Bantuan Keuangan Kabupaten (Bankab) Blora tahun 2025 sebesar Rp150 juta serta diduga ada tambahan dari Pendapatan Asli Desa (PAD) senilai Rp250 juta. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp400 juta.
Namun, fakta di lapangan memunculkan kejanggalan. Papan informasi proyek yang terpasang di lokasi hanya mencantumkan anggaran Rp150 juta dari Bankab, tanpa menyebut tambahan dana dari PAD desa. Hal ini memicu dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran publik.
MH mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Camat Kradenan, Tarkun. Ia menyebut pihak kecamatan merespons dan mendorong agar pemerintah desa segera memberi perhatian.
“Saya sudah ngobrol dengan Pak Camat, dan mengiyakan supaya ada perhatian dari Kepala Desa Menden,” jelasnya.
Ia juga menyinggung pernyataan salah satu tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Blora yang tidak keberatan jika kasus ini diangkat ke publik karena menggunakan dana pemerintah.
“Tidak masalah ini diberitakan, karena ini menggunakan anggaran Bankab Blora,” ujar MH menirukan pernyataan yang disampaikan kepadanya.
Saat dikonfirmasi, Camat Kradenan, Tarkun, belum memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menyatakan akan melakukan klarifikasi dengan pihak pemerintah desa.
“Ya besok klarifikasi dengan Pak Kades Mendenrejo,” katanya singkat.
Sementara itu, Kepala Desa Mendenrejo, Supari, juga belum memberikan jawaban pasti terkait berbagai pertanyaan mengenai proyek tersebut. Ia mengaku akan mengecek langsung kondisi di lapangan.
“Waduh, besok tak cek dulu geh,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Kondisi ini memunculkan tanda tanya serius terkait kualitas pekerjaan, perencanaan teknis, hingga pengawasan proyek. Publik pun mendesak adanya audit menyeluruh, termasuk kemungkinan keterlibatan inspektorat atau aparat penegak hukum, guna memastikan tidak terjadi pemborosan anggaran dalam proyek yang belum memberi manfaat namun sudah rusak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Mendenrejo terkait penyebab keretakan maupun pihak yang bertanggung jawab. Masyarakat kini menunggu transparansi dan langkah konkret dari pemerintah agar penggunaan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
(Redaksi/Hans)
