Blora. Blok7.id – Bupati Blora Arief Rohman menemui perwakilan petani tebu di Rumah Dinas Bupati, Jumat (10/4/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pertemuan ini membahas nasib hasil panen tebu sekaligus kelanjutan revitalisasi Pabrik Gula (PG) GMM milik Perum Bulog.
Audiensi berlangsung terbuka dan hangat. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Blora, Kasdim 0721/Blora, serta Kapolres Blora.
Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari aksi demonstrasi petani tebu yang sebelumnya digelar di depan Pendopo Kabupaten Blora. Saat itu, bupati tengah berada di Jakarta untuk mengurus persoalan yang sama.
Di hadapan petani, Arief Rohman menjelaskan langsung langkah yang telah ditempuhnya ke pusat. Ia mengaku telah mendatangi Perum Bulog di Jakarta untuk memperjuangkan aspirasi petani.
”Saya kemarin berkunjung ke Perum Bulog di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi para petani tebu di Blora. Kami memastikan tebu dari petani dapat terserap dengan baik dan revitalisasi Pabrik Gula GMM milik Bulog di Blora berjalan, mulai dari perbaikan mesin hingga pergantian atau penataan pengelola manajerial pabrik,” urai Arief.
Ia menyebut, Pemkab Blora bersama petani telah menyerahkan surat dan petisi kepada Bulog. Saat ini, proses pendataan tebu yang siap panen sedang disiapkan.
”Menyampaikan hasil pertemuan di Perum Bulog, kami telah menyerahkan surat dari kami dan petisi para petani. Kami diminta untuk bersama APTRI dan dinas terkait mendata tebu di Blora, ada berapa tebu yang siap panen berdasarkan data riil. Bulog menyampaikan akan membentuk tim terkait ini,” sambungnya.
Menurut Arief, sejumlah tuntutan petani terkait manajemen pabrik juga sudah direspons. Namun, prosesnya membutuhkan waktu karena menyangkut prosedur di lingkungan BUMN.
”Kami juga meminta tuntutan terkait manajemen akan dipenuhi, tapi butuh waktu karena ada prosedural BUMN. Insyaallah Senin atau Selasa depan kami akan ke Bulog kembali untuk kelanjutan dari tuntutan para petani. Dan kemarin saya minta ke direksi Bulog untuk mengajak perwakilan petani,” tegas bupati.
Ia pun memastikan siap mendampingi petani jika ingin menyampaikan aspirasi langsung ke tingkat pusat.
”Kami siap untuk mengantar para petani jika ingin menyalurkan aspirasi secara langsung ke kementerian dan DPR RI. Tuntutan kita ya penyelamatan pabrik ini, kita kawal terus ini. Saya akan bersurat ke DPR RI dan Kementerian Pertanian untuk menjembatani teman-teman petani tebu menyampaikan aspirasi secara langsung.” ungkap Arief menutup penjelasannya.
Hal tersebut mendapat respons positif dari perwakilan petani yang hadir. Sunoto mengapresiasi upaya yang dilakukan bupati dan jajaran pemerintah daerah.
”Terima kasih atas jerih payah dan usahanya dalam menyampaikan aspirasi para petani. Perjuangan ini sudah diupayakan sejak 2025 oleh Pak Bupati dan Bu Wabup. Pesan saya, jangan sampai para petani tebu mudah terhasut dan dialihkan, serta perjuangan ini jadi sia-sia,” ujar Sunoto.
Hal serupa disampaikan Darmawan. Ia juga menyinggung aksi demonstrasi yang sempat dilakukan petani beberapa waktu lalu.
”Kami sangat berterima kasih sudah diterima di sini, walaupun beberapa waktu di depan pendopo kami mengadakan aksi demonstrasi. Kami memaklumi Pak Bupati tidak bisa menemui kami karena sedang di Jakarta. Intinya kami berterima kasih dan mengapresiasi Pak Bupati bolak-balik ke Jakarta, dan kami memohon maaf. Untuk jangka panjang, perbaikan pabrik tetap kami kawal. Untuk jangka pendek, yang terpenting tebu dari petani terserap, dan untuk ini kami minta pengawalan,” kata Darmawan.
Sementara itu, Nur Amin berharap ada kepastian terkait masa depan pabrik gula tersebut. Ia ingin pemerintah terus hadir mendampingi petani.
”Sebagai orang tua kami, tolong Pak, Pabrik GMM diselamatkan. Walaupun di tahun ini belum langsung beroperasi optimal, minimal ada kepastian perbaikan. Supaya para petani sudah bisa ayem (tenang). Intinya kami minta tolong ke Pak Bupati, agar ekonomi petani membaik,” pungkasnya.
