JAKARTA, Blok7.id – Desakan keras agar Kejaksaan Agung (Kejagung) berani menyentuh lingkaran elit kekuasaan kembali menggema dalam kasus mega korupsi pengadaan Laptop Merah Putih senilai hampir Rp10 triliun.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kali ini, sorotan tajam diarahkan kepada sosok paling berpengaruh di pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan.
Pakar forensik digital, Dr. Rismon Hasiholan Sianipar, secara eksplisit menantang Kejagung untuk memperluas jangkauan penyelidikan, tidak hanya fokus pada mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, tetapi juga memeriksa nama-nama besar yang kerap disebut dalam proyek bernilai fantastis ini.
“Dulu seringkali Luhut bilang soal pengadaan laptop Merah Putih. Harusnya Kejaksaan tidak berhenti di situ (pada Nadiem),” ujar Rismon.
Dengan nilai proyek yang ditaksir mencapai Rp9,9 triliun dan potensi kerugian negara hingga Rp1,98 triliun, Rismon menilai penyelidikan tidak boleh terhenti di level kementerian.
Ia mendesak agar penegak hukum membuktikan komitmennya memberantas korupsi secara menyeluruh, tanpa pandang bulu, termasuk terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut.
Lebih lanjut, Rismon juga menyarankan Nadiem Makarim untuk tidak pasrah menjadi ‘tumbal’ sendirian dalam kasus yang tergolong skandal besar ini.
“Nadiem juga seharusnya jangan mau tenggelam sendiri di penjara. Harus berani mengungkap siapa yang terlibat, siapa saja yang menikmati uang tersebut,” tegas Rismon.
Pernyataan ini bukan hanya sekadar kritik, melainkan desakan publik paling keras yang menuntut transparansi dan akuntabilitas dari Kejaksaan Agung. Rismon menutup pernyataannya dengan pesan menohok,
“Bilang saja dan Indonesia harus berbenah siapa saja yang maling uang rakyat,” ucapnya.
Bola panas kini berada di tangan Kejagung, untuk membuktikan apakah supremasi hukum benar-benar berlaku sama bagi semua warga negara, terlepas dari kedekatan mereka dengan pusat kekuasaan. (Hans)
