Spread the love

BLORA, Blok7.id – Isu keabsahan dokumen pencalonan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019 kembali menjadi perhatian. Sejumlah jurnalis, termasuk Mikael Sinaga berencana menelusuri fakta terkait data yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Mikael menekankan, tim investigasi bukan untuk menilai palsu atau tidaknya ijazah, tapi mencari fakta sebenarnya. Semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan Jokowi, mulai dari teman sekolah, dosen, hingga rektor dan dekan yang masih hidup, perlu diajak bicara.

“Kalau mereka tidak bicara sekarang, bisa menyesal nanti, bahkan sampai anak cucunya,” ujarnya saat di Blora, Kamis (11/9/2025).

Menurut Mikael, jika seorang pejabat publik menggunakan dokumen tidak valid, maka 10 tahun pemerintahan bisa penuh kebohongan.

“Situasi inilah yang menurutnya memicu tuntutan dan demo yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Mikael menceritakan, dulu pernah ada reuni alumni UGM Fakultas Kehutanan. Reuni itu sempat menjadi titik awal investigasi. Wartawan pun mencoba mewawancarai teman Jokowi untuk diajak berdiskusi. Kendati demikian, teman Jokowi merasa sulit diwawancarai. Padahal, menurut Mikael, jika jujur, hal itu seharusnya tidak sulit.

Mikael menegaskan, jika memang ada yang bisa mengonfirmasi bahwa Jokowi alumni Kehutanan UGM, silakan berbicara jujur.

“Siapapun teman Jokowi, teman kuliah, teman reuni, atau teman apapun itu ayo ngobrol. Saya akan terbuka,” pungkasnya. (Hans)

Editor : Arifah

error: Content is protected !!