Blok7.id – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurut Puan, bencana ini bukan hanya merusak rumah dan psikis warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas masyarakat di daerah yang terdampak.
“DPR RI menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas bencana alam di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Kita harap proses evakuasi yang masih dilakukan tim SAR berjalan dengan lancar,” kata Puan, Rabu (26/11/2025).
Empat wilayah di Sumatera Utara diterjang cuaca ekstrem pada 24–25 November 2025, yakni Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Banjir dan longsor terjadi secara beruntun, menimbulkan korban jiwa hingga kerusakan infrastruktur.
Di Sibolga, banjir menerjang kawasan permukiman, menghantam rumah, menyeret kendaraan, dan merusak fasilitas umum. Lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih dicari tim SAR gabungan.
Di Tapanuli Selatan, banjir bandang menghantam Desa Aek Ngadol dan Huta Godang di Batangtoru.
Empat warga dilaporkan meninggal dunia, dan ribuan rumah terendam.
Bencana serupa juga terjadi di Tapanuli Utara. Dua desa di Kecamatan Purba Tua, yakni Sitolubahal dan Robean, dilanda banjir dan tanah longsor. Dua rumah dilaporkan tertimbun material longsor.
Sementara di Tapanuli Tengah, banjir bandang akibat cuaca ekstrem turut memakan korban. Empat orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di wilayah tersebut.
Puan meminta pemerintah bergerak cepat memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak, termasuk mereka yang mengungsi.
“Setiap kebutuhan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian pemerintah. Pemberian bantuan logistik jangan sampai terlambat, dan area tempat pengungsian harus dipastikan kenyamanannya,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya layanan pemulihan psikologis bagi warga.
“Dan Pemda beserta stakeholder terkait perlu juga menyiapkan layanan trauma healing bagi warga. Bencana alam tidak pernah mudah untuk dilalui, apalagi bagi mereka yang kehilangan,” sambung mantan Menko PMK itu.
Koordinasi antarinstansi, kata Puan, sangat penting agar proses evakuasi berjalan efektif.
“Hindari ego sektoral, pastikan keselamatan masyarakat yang paling utama,” tuturnya.
Puan turut mendorong percepatan rekonstruksi infrastruktur vital yang rusak, terutama jalan nasional dan jembatan. Ia menilai perbaikan harus dilakukan dengan pendekatan build back better agar lebih tahan terhadap bencana.
“Segera relokasi sementara sekolah dan jalur alternatif logistik, agar pemulihan pendidikan dan ekonomi tidak tertunda,” katanya.
Menurut Puan, bencana alam di Sumut telah memutus arteri kehidupan masyarakat. Jalan terputus membuat sekolah tak dapat diakses dan petani hingga pelaku UMKM kehilangan jalur distribusi.
“Sekali jalan terputus, sekolah tak bisa diakses, petani dan UMKM tak bisa angkut hasil,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah menyiapkan skema bantuan pemulihan ekonomi bagi petani dan UMKM yang terdampak.
“DPR akan mengawal setiap meter jalan, setiap anak kembali ke sekolah, setiap petani bisa angkut lagi hasil panen,” ucapnya.
Puan menegaskan bahwa tanggung jawab negara pascabencana tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga memulihkan seluruh infrastruktur penunjang kehidupan warga.
“Jalan dan jembatan nasional yang rusak harus diprioritaskan karena mereka memfasilitasi akses pendidikan anak-anak yang tertunda belajar dan menjaga aktivitas perekonomian daerah,” sebutnya.
Ia memastikan DPR akan mengawasi proses pemulihan dan menjamin bahwa tidak ada warga terdampak yang merasa ditinggalkan.
