Spread the love

BLORA, Blok7.id – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Blora berlangsung tegang, Kamis (18/9/2025).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Anggota Komisi D dari Fraksi Demokrat, Supriedi, menegur keras Korwil SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Blora, Artika, lantaran dinilai tidak fokus dalam mengikuti jalannya rapat.

Dalam rapat yang membahas hajat hidup masyarakat MBG (Makan Bergizi Gratis) tersebut, Supriedi menegaskan pentingnya keseriusan seluruh pihak. Ia bahkan menyatakan siap menunggu apabila ada tugas lain yang harus diselesaikan oleh Artika, asalkan rapat tetap berjalan dengan sungguh-sungguh.

“Tolong ya, rapat ini membahas hajat hidup masyarakat. Kalau jenengan ada tugas lain, kerjakan dulu, saya tunggu sampai selesai. Jadi saya tidak ingin rapat ini main-main. Kalau memang jenengan ada tugas pokok yang harus dikerjakan, saya siap menunggu demi rakyat. Saya menunggu jenengan betul-betul fokus karena ini membahas hak rakyat,” tegas Supriedi.

Menurut Supriedi, sikap tidak serius dalam forum resmi DPRD merupakan bentuk pelecehan terhadap lembaga legislatif sekaligus kepada masyarakat yang diwakili.

“Sehingga kalau jenengan terkesan di mata kami tidak serius, terlepas itu penting atau tidak penting, ini lembaga mbak, bukan warung kopi. Saya tanya, anda masih mengerjakan atau tidak?” tanya Supriedi kepada Artika.

Artika pun hanya menjawab singkat, “Masih,” sembari menganggukkan kepala.

Merespons hal itu, Supriedi kemudian meminta pimpinan sidang untuk melakukan skorsing rapat hingga Artika menyelesaikan pekerjaannya.

“Lanjut, saya minta pimpinan sidang skors sampai selesai dan saya tunggu. Karena apa, terus terang saya merasa dilecehkan ketika rapat tidak fokus dan terkesan main-main,” tandasnya.

Rapat Komisi D yang digelar di Gedung DPRD Blora tersebut sedianya membahas sejumlah persoalan terkait program MBG yang dicanangkan Pemerintah.

Namun, jalannya sidang sempat terhenti akibat peringatan keras dari Supriedi terhadap perwakilan SPPG Blora. (Hans)

error: Content is protected !!