Jakarta. Blok7.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal keras terkait ambisinya atas Greenland.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Trump membuka kemungkinan menggunakan tarif perdagangan sebagai alat tekanan terhadap negara-negara yang tidak mendukung rencananya tersebut.
Isyarat itu disampaikan Trump secara terbuka dan menandai eskalasi sikap Washington. Isu Greenland tak lagi sekadar wacana diplomatik, tetapi mulai bersinggungan dengan perang dagang dan kepentingan keamanan global.
“Saya mungkin akan mengenakan tarif kepada negara-negara jika mereka tidak mendukung, karena kami membutuhkan Greenland demi keamanan nasional. Jadi saya mungkin akan melakukannya,” kata Trump, Sabtu (17/1/2026), seperti dikutip dari AP News.
Selama beberapa bulan terakhir, Trump berulang kali menegaskan bahwa Amerika Serikat perlu mengendalikan Greenland.
Wilayah tersebut merupakan daerah semi-otonom di bawah kedaulatan Denmark dan sekaligus bagian dari kawasan strategis NATO. Namun, ini menjadi pertama kalinya Trump secara terang-terangan menyebut tarif perdagangan sebagai instrumen tekanan politik.
Pernyataan Trump langsung memicu kegelisahan di Eropa. Para pemimpin Uni Eropa menegaskan bahwa masa depan Greenland sepenuhnya merupakan kewenangan Denmark dan pemerintah Greenland, bukan Amerika Serikat.
Pemerintah Denmark merespons dengan langkah konkret. Kopenhagen menyatakan akan meningkatkan kehadiran militer di Greenland bersama negara-negara sekutu guna memperkuat keamanan kawasan Arktik.
Upaya meredakan ketegangan dilakukan melalui jalur diplomasi. Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland bertemu di Washington dengan Wakil Presiden AS JD Vance serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Pertemuan tersebut belum menghasilkan titik temu, meski disepakati pembentukan kelompok kerja bersama.Namun, selepas pertemuan itu, muncul perbedaan penafsiran.
Pemerintah Denmark menekankan bahwa kelompok kerja tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dan stabilitas kawasan. Sementara Gedung Putih memberi sinyal bahwa pembahasan tetap akan diarahkan pada kepentingan strategis Amerika Serikat di Greenland.
Di tengah situasi yang memanas, sejumlah senator dan anggota DPR Amerika Serikat melakukan kunjungan ke Kopenhagen. Mereka bertemu dengan anggota parlemen Denmark dan Greenland, serta Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, untuk menegaskan pentingnya hubungan transatlantik yang telah terjalin lama.
Senator Partai Republik Lisa Murkowski menekankan bahwa Greenland seharusnya diposisikan sebagai mitra strategis, bukan objek geopolitik semata.“Greenland seharusnya dilihat sebagai sekutu, bukan sebagai aset,” ujar Murkowski, Jumat (17/1/2026).
Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai upaya menjaga hubungan erat yang telah terbangun selama puluhan tahun.
Ancaman tarif dari Trump kini menempatkan isu Greenland di persimpangan kepentingan keamanan, diplomasi, dan perdagangan global. Ketegangan ini berpotensi memperlebar jarak antara Amerika Serikat dan Eropa, sekaligus membuka babak baru persaingan geopolitik di kawasan Arktik.
