Spread the love

BLORA, Blok7.id – Pihak RSUD dr R Soetijono Blora nemberikan tanggapan terkait vidio viral ‘Dokter ora ono sing jogo. Podo turu kabeh. Ditangekno muring-muring. Kacau, dibayar rakyat kerjanya koyo tai. Vidio tersebut diunggah di akun tik tok @sobatngaret.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dirut RSUD dr R Soetijono Blora, Puji Basuki memberikan klarifikasi untuk kronologinya, bahwa pasien datang sekira pukul 02 lebih dini hari dan langsung diterima tim IGD, tanggal (15/7/2025).

“Kondisi pasien ada penurunan kesadaran dengan tensi 70 per 30 artinya pasien kondisinya sangat lemah sekali. Sehingga dari tim IGD langsung melakukan perbaikan dengan memasang infus dan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan yang lain serta dilakukan pemberian obat-obatan yang bisa memberikan imunt pasien membaik,” terangnya, Sabtu (19/7/2025) di kantornya.

Lanjut dia, sampai dengan pukul 04 pasien sudah ada peningkatan dari 70 menjadi 90 (tensinya) itu secara sistem.

Disini kondisi pasien sudah stabil, namun masih ada rasa sesak yang dirasakan pasien. Maka dilakukan terapi uap, agar sesak pasien bisa berkurang.

“Disitu mulai terjadi perdebatan atau permintaan pasien keluarga, terutama suami. Secara medis tidak bisa kita berikan. Selain sudah diberikan, selain efek samping yang dijaga, yaitu adanya peningkatan denyut jantung dan indikasinya bahwa paru-paru sudah bersih,” terang Puji Basuki.

Ada permintaan keluarga pasien, kata Puji, yaitu suaminya. Keluarga meminta agar menghadirkan dokter SpOG (Spesialis Obstetri dan Ginekologi) yang bekerja di Rumah Sakit Blora

Kondisi dokter SpOG saat itu sedang tidak dinas, sehingga tidak bisa melayani pasien.

“Kalau menghadirkan dokter SpOG pun adalah bukan ranah RSUD dr. R. Soetijono melainkan ranah penyakit dalam. Sehingga pasien kita konsul ke dokter penyakit dalam,” kata Puji.

Bantahan Dirut RSUD dr R Soetijono Blora

Dikala sudah stabil, dan ada keluhan dari pasien ini, dokter pamit untuk menunaikan Sholat Subuh. Diproses inilah, ada vidio yang mengatakan tidak ada tenaga RS dan sebagainya. Sehingga sebenarnya yang ada di vidio viral itu tidak benar.

“Kita nyatanya sudah melakukan tindakan-tindakan penanganan perawatan untuk pasien yang dimaksud,” terang Puji.

Dengan dokter Sholat Subuh itu berkisar 5 menit, habis itu dokter tersebut menangani pasien yang sudah ada.

“Kebetulan pasien itu tidak begitu ramai banget. Sehingga sudah terkontrol dan terkendali,” tandasnya. (Hans)

error: Content is protected !!