Spread the love

BLORA, Blok7.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora kembali menuai sorotan publik setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan menu makanan diduga tidak layak konsumsi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Video tersebut memperlihatkan singkong yang diduga dalam kondisi busuk serta kerupuk yang terlihat melempem atau loyo. Peristiwa itu disebut diduga terjadi di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung.

Salah satu penerima manfaat berinisial D mengungkapkan bahwa kasus tersebut bukan yang pertama terjadi di desa tersebut.

“Kalau viralnya video itu memang di Randublatung, tepatnya di Desa Kutukan. Sebenarnya ini sudah yang kedua kalinya,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, pada kejadian sebelumnya warga juga sempat menerima makanan dalam kondisi tidak layak, yakni roti yang sudah berjamur. Namun saat itu warga memilih tidak mempermasalahkan dan memaafkan kejadian tersebut.

“Yang pertama dulu warga sudah diam saja. Dulu kasusnya roti sudah berjamur, dan itu sudah diampuni warga. Tapi yang kedua ini malah lebih parah. Pokoknya tidak layak,” ungkapnya.

Menurutnya, kualitas makanan yang diterima jauh dari harapan masyarakat terhadap program pemerintah yang ditujukan untuk kelompok rentan.

“Ini seumpama dihitung, Rp5.000 dapat kembalian. Ngeri pokoknya,” katanya.

D juga menyebutkan bahwa perbincangan terkait menu MBG tersebut ramai diperbincangkan warga di grup percakapan WhatsApp di wilayah Randublatung setelah video tersebut diunggah.

Sebelumnya, video yang beredar di media sosial memperlihatkan keluhan seorang penerima manfaat yang mempertanyakan kualitas makanan yang diberikan dalam program tersebut.

“Astagfirullahaladzim.. kalau seperti ini entah apa modelnya? Ya Allah.. kok tidak bersyukur kalau begini ini ubi busuk lho, ini diberikan ke orang! Ini juga dana negara, dana pendidikan. Kok dicarikan yang bentukannya seperti ini, lihat ubinya,” ucapnya dalam video yang viral.

Penerima manfaat tersebut juga menyebutkan bahwa makanan dalam program MBG itu dibagikan pada Selasa pagi (10/3/2026).

Unggahan tersebut memicu berbagai komentar dari warganet dan aktivis di Kabupaten Blora yang mempertanyakan kualitas makanan dalam program tersebut.

Salah satu aktivis Blora berinisial H bahkan menyindir kualitas menu yang dibagikan.

“Luweh bergizi sesajen seng dibuak neng pojok sawah,” tulisnya.

Sementara aktivis lain berinisial A juga menyoroti mekanisme pembagian makanan yang disebut tidak dilakukan setiap hari.

“Hahahaha, makin lama MBG-nya seperti ini. Katanya di tempat Pak X malah tiga hari sekali,” tulisnya.

Ia juga mempertanyakan kesesuaian penggunaan anggaran dengan pelaksanaan di lapangan.

“Coba dihitung kalau MBG dibagikan tiga hari sekali total anggaran tidak sampai Rp30 ribu. Pegawainya juga bisa libur tapi tetap dibayar, sedangkan dari pemerintah tiap hari dibayar,” keluhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara program MBG maupun pemerintah daerah terkait keluhan yang beredar di masyarakat.

Warga berharap pemerintah segera melakukan pengecekan di lapangan serta evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar makanan yang dibagikan benar-benar layak konsumsi, mengingat program MBG menyasar kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!