Blora. Blok7.id – Sebanyak 240 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga kesehatan di Kabupaten Blora mengikuti orientasi kepegawaian yang digelar BKPSDM Blora, Jumat (10/4/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan ini menjadi pembekalan awal sebelum mereka bertugas di fasilitas layanan kesehatan.Pembukaan berlangsung di Gedung PKPRI Jalan Halmahera, Jetis, dihadiri Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Kepala BKPSDM Drs. Heru Eko Wiyono, serta jajaran Dinas Kesehatan Daerah.
Wakil Bupati secara simbolis membuka kegiatan dengan mengalungkan tanda peserta kepada dua perwakilan PPPK, yakni dokter Iwan Adil Wicaksono dari Puskesmas Jiken dan bidan Winda Sri Utami dari Puskesmas Todanan.
Kepala BKPSDM Blora Drs. Heru Eko Wiyono menyebut orientasi diikuti 240 PPPK dalam tiga angkatan, yakni IV, V, dan VI. Kegiatan berlangsung selama sembilan hari dengan materi campuran kelas dan daring.
Hari ini pembukaan oleh Bu Wakil Bupati. Selanjutnya materi akan diberikan mulai besok Senin (13/4/2026). Ada yang berbentuk sistem kelas , ada yang daring atau online.
Selama 9 hari akan diberikan materi yang berbeda beda dari berbagai narasumber.
“Utamanya tentang nilai nilai ASN BerAKHLAK. Di ujung orientasi akan diberikan pembekalan PBB dari TNI Polri dan games seru tentang nilai nilai ASN BerAKHLAK. Harapannya mereka kelak bisa menjadi PPPK yang berintegritas dan profesional dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini menegaskan PPPK tenaga kesehatan harus menjadi penggerak perubahan layanan publik di daerah.
“Hari ini merupakan momentum yang penting bagi penguatan fondasi pelayanan publik di Kabupaten Blora. Kehadiran saudara-saudara sebagai PPPK bagian dari ASN bukan sekadar pemenuhan kuota administratif saja, tetapi kami harapkan dapat menjadi agen perubahan yang lebih baik lagi,” ujarnya.
”
Tantangan kita ke depan terutama dalam bidang kesehatan semakin kompleks, mulai dari percepatan penurunan angka stunting, penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), hingga peningkatan akses dan kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Blora,” ungkapnya.
Ia meminta layanan kesehatan lebih aktif menjangkau masyarakat.
“Saya ingin di tangan Saudara, layanan kesehatan di Kabupaten Blora tidak lagi hanya menunggu pasien datang, tetapi aktif menjemput bola, hadir di tengah warga, dan memastikan tidak ada satu pun masyarakat kita yang luput dari akses layanan medis yang berkualitas. Inovasi pelayanan digital dan kemudahan prosedur harus menjadi standar baru yang Saudara bawa ke instansi masing-masing,” tambah Sri Setyorini.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi teknologi dan penguatan tata kelola layanan kesehatan.
“Saudara tidak hanya dituntut untuk memiliki clinical excellence dalam menangani pasien di RSUD maupun Puskesmas, namun juga harus mampu mengintegrasikan literasi digital dan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih ke dalam setiap aspek tindakan medis,” sambungnya.
Wabup juga meminta PPPK aktif turun ke lapangan.
“Implementasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK harus termanifestasi dalam bentuk inovasi layanan yang inklusif, sehingga disparitas akses kesehatan antara wilayah perkotaan dan pelosok desa di Kabupaten Blora dapat kita eliminasi secara tuntas demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Secara berkala harus mau turun memberikan pelayanan ke desa desa, jangan hanya diam menunggu masyarakat datang ke Puskesmas atau RSUD. Berikan pelayanan dengan tulus ikhlas, murah senyum dan bicara dengan ramah. Itu akan menjadi kunci sukses jenengan semua,” pungkasnya.
Acara turut dihadiri jajaran RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, RSUD dr. Soetijono Blora, serta BKPSDM Blora.
