BLORA, Blok7.id – Pemerintah pusat menegaskan bahwa program digitalisasi pembelajaran tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan semata.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, turun langsung meninjau sejumlah sekolah di Kabupaten Blora penerima bantuan Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP), Sabtu (3/1/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah konkret pengawasan sekaligus evaluasi pemerintah terhadap efektivitas program digitalisasi dan revitalisasi sekolah.
Fokus utama peninjauan adalah sejauh mana perangkat IFP benar-benar dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar, bukan hanya menjadi pajangan teknologi di ruang kelas.
Dalam dialog langsung bersama guru dan siswa, Wamendikdasmen mendengarkan berbagai testimoni terkait perubahan pola pembelajaran setelah penggunaan papan interaktif digital.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan pemerataan akses teknologi pendidikan, baik bagi sekolah negeri maupun swasta.
“Kami ingin memastikan bahwa perangkat ini digunakan secara optimal di kelas. Digitalisasi bukan simbol modernitas, tapi alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Ke depan, bantuan IFP akan terus ditambah agar tidak hanya satu unit di setiap sekolah,” tegas Fajar Riza.
Pemerintah Kabupaten Blora menyambut baik langkah tersebut. Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan dan Presiden Prabowo atas perhatian serius terhadap dunia pendidikan di daerah.
Menurutnya, bantuan papan interaktif digital menjawab kebutuhan riil sekolah dan saat ini telah dimanfaatkan aktif oleh guru sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.
“Alhamdulillah, sarana pembelajaran yang dibutuhkan sekolah-sekolah di Blora sudah terealisasi dan benar-benar digunakan,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini.
Tak hanya soal digitalisasi, Pemkab Blora juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan kebutuhan mendesak lainnya.

Wakil Bupati mengajukan permohonan bantuan renovasi gedung sekolah, khususnya bagi sejumlah sekolah swasta yang kondisi bangunannya telah mengalami kerusakan, seperti SD Katolik dan SMP Kristen di Kabupaten Blora.
Dari sisi sekolah, dampak digitalisasi dirasakan langsung oleh peserta didik. Kepala SD Katolik Krida Dharma Blora, Sr. Imaculata Rahayu Widoningsih, menyebut penggunaan papan interaktif digital mampu meningkatkan fokus, antusiasme, dan keaktifan siswa dalam belajar.
“Siswa bisa berinteraksi langsung dengan materi. Pembelajaran menjadi lebih hidup melalui video, animasi, dan e-book. Ini mendukung berbagai gaya belajar siswa dan membuat kelas lebih menyenangkan,” jelasnya.
Melalui pengawasan langsung ini, pemerintah berharap digitalisasi pembelajaran benar-benar menjadi fondasi peningkatan mutu pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda Blora yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.
(Redaksi/Hans)
