Spread the love

​BLORA, Blok7.id – Pernyataan tegas dan keras datang dari tokoh perempuan Blora, Yuni, yang mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) agar segera mengalokasikan sepenuhnya dana pengembalian anggaran narasumber (narsum) yang signifikan untuk kepentingan pembangunan mendesak.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Yuni dengan lugas menyebut infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan sebagai tiga pilar yang tak boleh luput dari suntikan dana tersebut.

​Dalam keterangan persnya pada Selasa (14/10/2025), Yuni menilai dana yang kembali ke kas daerah ini adalah ‘kesempatan emas’ yang harus dimanfaatkan untuk menutup defisit pembangunan di Kabupaten Blora.

​Infrastruktur: Hak Dasar yang Terabaikan

​Yuni secara spesifik menyoroti kondisi infrastruktur Blora yang masih memprihatinkan, terutama masalah jalan dan akses air bersih.

Ia menegaskan, dana pengembalian ini harus menjadi ‘angin segar’ yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

​”Kita punya kesempatan. Dana pengembalian ini seharusnya menjadi angin segar untuk perbaikan jalan-jalan kita yang rusak, memastikan akses air bersih, dan fasilitas umum lainnya yang menjadi hak dasar warga,” ujar Yuni, memberikan tekanan pada kebutuhan riil di lapangan.

​Prioritaskan Masa Depan: Pendidikan dan Kesehatan

​Lebih lanjut, desakan Yuni juga menyentuh sektor vital, yakni pendidikan dan kesehatan.

Ia menuntut peningkatan sarana sekolah, penyediaan beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, serta perbaikan menyeluruh layanan di Puskesmas dan rumah sakit daerah.

​”Masa depan Blora ada di tangan generasi muda. Dana ini harus digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan yang layak dan memastikan setiap warga Blora mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa terkendala biaya,” tegasnya, menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai taruhan.

​Yuni berharap, Pemda Blora segera mengambil kebijakan strategis. Langkah konkret dalam merealisasikan penggunaan dana ini, menurutnya, akan menjadi bukti nyata komitmen dan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat Blora.

​Suara lantang Yuni ini memperpanjang daftar tuntutan publik agar isu pengembalian honor narsum DPRD Blora ini menghasilkan kebijakan yang benar-benar transformatif, alih-alih hanya berkutat pada polemik hukum.

Bola panas kini berada di tangan Pemda Blora, akankah dana tersebut benar-benar menjadi ‘modal rakyat’ atau kembali hilang dalam tumpukan birokrasi? Masyarakat menantikan tindak lanjut konkret. (Hans)

error: Content is protected !!