Spread the love

BLORA, Blok7.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora menyelenggarakan kegiatan Deklarasi Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan bebas dari penyimpangan, Selasa (27/5/2025) di Aula Rutan Blora.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kepala Rutan Blora, Sugito, memimpin langsung jalannya deklarasi yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, mulai dari pejabat struktural, staf administrasi, hingga petugas pengamanan. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan deklarasi bersama dan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh peserta.

“Zero Halinar bukan hanya sekadar slogan, namun merupakan bentuk tanggungjawab moral dan institusional dalam menjaga integritas,” kata Sugito dalam sambutannya.

“Deklarasi ini adalah langkah nyata untuk menunjukkan bahwa Rutan Blora berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, bersih, dan bermartabat,” lanjutnya.

Sugito menegaskan, bahwa seluruh jajaran dituntut untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberi ruang bagi praktik penyimpangan.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif setiap individu dalam menciptakan budaya kerja yang jujur, tertib, dan transparan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Zona Integritas di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegas Sugito.

Dengan deklarasi ini, ucapnya, Rutan Blora menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan satuan kerja yang bebas dari Handphone ilegal, Pungli, dan Narkoba.

Sugito juga mengingatkan bahwa keberhasilan pemberantasan Halinar bukan hanya tanggung jawab pimpinan, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran.

“Apabila terdapat petugas yang terbukti terlibat dalam praktik Halinar, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Sugito.

Melalui momentum ini, Rutan Blora menegaskan komitmennya untuk terus menjaga marwah institusi serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada prinsip-prinsip akuntabilitas.

“Dengan komitmen bersama, kita mampu mewujudkan Rutan Blora yang bersih dari Halinar,” Sugito memungkasi. (Hans)

error: Content is protected !!