Palangka Raya, Blok7.id – Perayaan ulang tahun ke-27 Aisyah Thisia Bianty, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, menjadi perhatian warganet.

Momen yang berlangsung pada 21 Agustus 2026 itu disorot karena bertepatan dengan kondisi Kalteng yang tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sorotan terhadap Aisyah sebelumnya muncul setelah ucapan selamat ulang tahun untuk dirinya terpampang di sejumlah media cetak lokal. Perbincangan kemudian meluas setelah foto yang diduga memperlihatkan momen perayaan ulang tahunnya bersama para sahabat beredar di media sosial.

Sejumlah foto tersebut beredar di platform X dan Threads. Dalam foto yang beredar, Aisyah diduga tengah menikmati suasana pantai bersama sejumlah temannya dalam rangka merayakan hari ulang tahunnya.

Foto itu diketahui berasal dari unggahan salah satu akun Instagram milik sahabat dekat Aisyah yang disebut hadir dalam acara tersebut. Unggahan kemudian tersebar ke sejumlah platform lain, termasuk Threads dan TikTok.

Beredarnya foto-foto tersebut memunculkan beragam komentar dari warganet. Sebagian netizen menyayangkan keputusan Aisyah yang tetap menggelar perayaan dan berlibur ketika masyarakat Kalteng sedang menghadapi dampak karhutla dan asap.

Kritik terutama diarahkan pada gaya perayaan yang dinilai berlebihan dan dianggap kurang menunjukkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Di sisi lain, dampak karhutla di Kalteng juga masih menjadi perhatian. Salah satu kabar duka datang dari Akhmad Rizani (54), Ketua Tim Siaga Api Kelurahan (TSAK) Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya.

Rizani dilaporkan meninggal dunia setelah terpapar asap tebal ketika berupaya memadamkan karhutla. Warga Jalan Mendawai 6, Palangka Raya itu sempat mendapat perawatan intensif selama enam hari di Rumah Sakit Betang Pambelum.

Nyawanya akhirnya tidak tertolong. Kepergian Rizani di tengah upaya penanganan karhutla semakin menyoroti kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Kalteng.

Situasi tersebut kemudian membuat perayaan ulang tahun Aisyah yang beredar di media sosial dinilai warganet sebagai kontras dengan kondisi di lapangan. Kritik pun bermunculan dan menjadi perbincangan di sejumlah platform media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!