Spread the love

Blok7.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk lahan pertanian yang terdampak banjir di sejumlah daerah. Klaim tersebut mencakup wilayah Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Saat ini, data pengajuan klaim sudah berada di PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk proses validasi sebelum realisasi penggantian.

Pemeriksaan lapangan akan dilakukan guna memastikan kesesuaian data kerusakan lahan.Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan bahwa pendataan lahan padi terdampak banjir telah dilakukan, khususnya di Kabupaten Kudus, Pati, dan Grobogan.

Data tersebut telah dimasukkan ke dalam aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) sebagai dasar klaim AUTP.

“Dari data itu Jasindo nanti akan mengizinkan pihak pengontrol organisme pengganggu tumbuhan (OPT) Dinas Pertanian yang ada di setiap kabupaten untuk memeriksa, divalidasi sesuai apa tidak. Prosesnya sekitar 15 hari setelah kejadian atau pelaporan. Setelah valid, Jasindo akan melakukan penggantian kepada kelompok yang terdampak,” katanya di Semarang, Senin (19/2/2026).

Di Kabupaten Kudus, tercatat total 315,49 hektare lahan padi terdampak banjir. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Jati seluas 50,70 hektare, Kaliwungu 58,02 hektare, Mejobo 130,18 hektare, Undaan 35,86 hektare, serta Jekulo 40,73 hektare.Sementara di Kabupaten Pati, lahan terdampak mencapai 672,12 hektare.

Rinciannya berada di Kecamatan Jakenan seluas 260 hektare dan Kecamatan Gabus 412,29 hektare. Adapun di Kabupaten Grobogan, banjir merendam 83,3 hektare lahan pertanian di Kecamatan Brati.

“Kalau kita ganti itu biasanya yang sudah mau panen. Kayak di Kudus itu kan sudah mau panen, tidak bisa diselamatkan,” ungkap Frans.

Ia menjelaskan, pada data AUTP Provinsi Jawa Tengah tahun 2025, terdapat empat daerah yang masuk dalam kategori rawan dampak perubahan iklim dan bencana.

Daerah tersebut yakni Kabupaten Demak, Pati, Kudus, dan Grobogan.Berbeda dengan daerah lainnya, Kabupaten Jepara belum masuk dalam daftar AUTP 2025. Penanganan lahan padi terdampak banjir di wilayah tersebut dilakukan melalui mekanisme bantuan, bukan klaim asuransi.

“Jepara juga sudah ada datanya karena terkena sawah semua. Mekanismenya bukan asuransi, tapi kami mengajukan bantuan penempatan benih padi untuk ditanam ulang dengan pupuknya,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah menginstruksikan kepala daerah yang wilayahnya terdampak cuaca ekstrem agar segera mengajukan asuransi gagal panen sebagai bentuk perlindungan bagi petani.

“Nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait (asuransi) gagal panen,” katanya saat penandatanganan Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026 di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Gubernur, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi memang tidak dapat dihindari. Namun dampaknya masih bisa ditekan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah, salah satunya dengan penguatan asuransi pertanian.

Pada tahun 2026, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk AUTP. Dana tersebut ditujukan untuk melindungi lahan pertanian seluas 10.449 hektare.

Ahmad Luthfi menegaskan, langkah tersebut penting agar target ketahanan pangan dan swasembada pangan Jawa Tengah yang dicanangkan pada 2026 tidak terganggu akibat bencana alam.

error: Content is protected !!