Spread the love

JAKARTA, Blok7.id – Harapan kebangkitan industri gula di Kabupaten Blora kembali menguat. Sekretaris APTRI Blora, Mbah Anton Sudibyo, menegaskan bahwa seluruh aspirasi petani tebu telah disampaikan dan insyaallah akan diakomodasi oleh jajaran pimpinan BULOG Pusat, menyusul rapat strategis di Jakarta.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menurut Mbah Anton, rapat lanjutan dijadwalkan berlangsung kembali dengan melibatkan Direktur Utama BULOG dan dimungkinkan dihadiri langsung oleh Bupati Blora.

Agenda krusial yang diperjuangkan adalah pengajuan dana ke Sekretariat Negara untuk mengganti dua unit boiler PG Blora, baik boiler berbahan bakar pulp maupun bagasse, yang saat ini dalam kondisi rusak parah bahkan sempat meletus.

“Boiler dua, baik pulp maupun bagas yang mati atau meletus itu harus diganti baru. Ini kunci agar pabrik bisa kembali normal dan petani tidak terus dirugikan,” tegas Mbah Anton, Rabu (21/1/2026).

Lebih jauh, ia mengungkapkan adanya komitmen kuat dari Dirut BULOG untuk menghidupkan kembali sinergi tripartit antara petani, pemerintah, dan pabrikan. Model kerja sama ini diharapkan kembali seperti era keemasan GMM, saat PG Blora berjaya di bawah kepemimpinan Rahmat Pamudji dan Dodi Sudrajat.

Tak hanya soal teknis, janji tegas juga datang terkait pembenahan internal manajemen. Dirut BULOG disebut siap mengganti manajemen yang tidak berpihak pada petani dan masyarakat.

“Kalau ada manajemen yang tidak pro petani, tidak pro rakyat, akan diganti. Ini demi mewujudkan kekompakan gula merah putih,” ujar Mbah Anton, merujuk pada semangat pemerintahan Presiden Prabowo.

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini murni untuk masa depan petani tebu Blora. Meski dilakukan dengan segala keterbatasan, bahkan secara swadaya, para petani bertekad mengawal proses ini hingga tuntas.

“Kami ingin pabrik gula Blora tetap giling selama-lamanya. Jangan sampai berhenti sebelum dunia ini tutup,” ucapnya penuh harap.

Dukungan politik datang dari Ketua DPRD Blora, Mustopa, yang turut hadir dalam kunjungan ke BULOG Pusat. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara DPRD, pemerintah desa, dan BULOG demi meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harapan kita, dengan perbaikan ini, petani Blora bisa lebih sejahtera,” ujarnya singkat namun tegas.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan komitmennya memperjuangkan revitalisasi PG Blora sebagai aset strategis daerah.

Ia menyebut bahwa persoalan pabrik gula bukan sekadar urusan industri, melainkan menyangkut hajat hidup ribuan petani tebu.

“Kami ingin PG Blora beroperasi maksimal dengan teknologi yang lebih modern dan efisien. Ini soal kesejahteraan rakyat,” kata Bupati Arief di hadapan direksi BULOG.

Pihak BULOG Pusat menyatakan terbuka terhadap usulan tersebut dan akan melakukan kajian mendalam sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.

Kini, nasib kejayaan tebu Blora berada di titik penentuan. Petani berharap, janji bukan sekadar wacana, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan konkret.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!