Medan. Blok7.id – Muhammadiyah mendapat kepercayaan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UEA) bagi korban banjir di Sumatera Utara.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun mitra kemanusiaan dari UEA.
“Dalam kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan status kebencanaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, di situlah Muhammadiyah bergerak,” tegas Haedar.
Ia menambahkan, prinsip gerakan Muhammadiyah dalam merespons bencana adalah sedikit bicara, banyak bekerja, dengan mengedepankan aksi nyata, cepat, dan tepat sasaran.
“Bantuan ini akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud komitmen Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi kemanusiaan dan kebangsaan,” pungkas Haedar.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan bantuan tersebut tidak dikembalikan ke negara asalnya. Bantuan akan diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Muhammadiyah.
Bobby menegaskan, bantuan ini bukan bersifat government to government (G2G), melainkan berasal dari organisasi nonpemerintah atau non-government organization (NGO) di UEA.
“Ini bukan bantuan G2G. Jadi bukan dari negara Uni Emirat Arab, melainkan dari NGO,” kata Bobby saat diwawancarai pada Jumat (19/12/2025).
Karena bersumber dari NGO, Pemerintah Kota Medan menyerahkan penyaluran bantuan kepada Muhammadiyah, yang dianggap memiliki jejaring dan pengalaman dalam penanganan bencana.
“Sebenarnya bukan dipulangkan, tetapi karena ini bantuan dari NGO, maka diserahkan kepada NGO yang ada di Indonesia, yaitu Muhammadiyah. Nanti Muhammadiyah yang akan menyalurkan kepada para korban,” ujar Bobby.
