BLORA, Blok7.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Jawa Tengah secara resmi mengukuhkan Priyoto sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Blora.
Prosesi pelantikan berlangsung di Sekretariat GRIB Jaya, Dukuh Gulingan, Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, Rabu (10/6/2026), menjadi momentum penting penegasan arah baru organisasi yang digawangi Hercules Rozario Marshal ini di bumi Blora.
Bukan sekadar seremonial, pelantikan ini membawa pesan eksternal dan internal yang sangat kuat terkait komitmen GRIB Jaya dalam menjaga kondusivitas daerah, memperkuat aksi sosial, serta bersinergi total dengan jajaran Forkopimda Blora.
Acara strategis ini dihadiri oleh perwakilan Bupati Blora, perwakilan Kapolres Blora, perwakilan Dandim 0721/Blora, jajaran Ketua DPC GRIB Jaya se-Jawa Tengah, serta tokoh masyarakat setempat.
Peringatan Keras Ketua DPD: GRIB Jaya Bukan Preman, Tabrak Hukum Kita Sikat!
Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Tengah, Isro’i Rais, dalam orasi politiknya menyampaikan instruksi yang sangat menohok dan tegas kepada seluruh kader. Ia mewanti-wanti agar atribut organisasi tidak disalahgunakan untuk tindakan arogan.
”Semua anggota GRIB Jaya tidak ada yang kebal hukum! Jangan sekali-kali melanggar hukum. Kita hadir sebagai organisasi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan kelompok yang merasa berada di atas hukum,” tegas Isro’i dengan nada tinggi di hadapan ratusan kader.
Isro’i juga melegitimasi bahwa kepengurusan di bawah komando Priyoto adalah satu-satunya yang sah dan wajib dihormati. Ia menutup ruang bagi pihak-pihak yang mencoba melakukan provokasi, kekerasan, maupun intimidasi di wilayah Blora.
”Apabila ada yang melakukan kekerasan atau intimidasi, kami akan tindak tegas secara organisasi dan langsung kami laporkan kepada Kapolres. Blora harus menjadi kabupaten yang gemah ripah lohjinawi, aman, dan kondusif,” tandasnya.
Respons Pemerintah: Ormas Harus Jadi Solusi, Bukan Masalah
Arah tegas GRIB Jaya tersebut langsung disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Blora. Bawa Dwi Raharja, yang hadir mewakili Bupati Blora, menyampaikan tantangan moral bagi kepengurusan baru ini agar mampu membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah.
”Organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral menjaga persatuan dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial, bukan justru menjadi sumber masalah. Kami mengajak seluruh elemen GRIB Jaya bersinergi dengan Pemkab, TNI, dan Polri. Mari Sesarengan mbangun Blora yang aman, maju, dan berkelanjutan,” ujar Dwi Raharja.
Gebrakan Priyoto: Bersihkan Internal, Fokus Satu Komando
Merespons instruksi dari pusat dan daerah, Ketua DPC GRIB Jaya Blora yang baru dilantik, Priyoto, langsung tancap gas memaparkan target taktis organisasi ke depan. Ia menegaskan akan menerapkan sistem satu komando yang disiplin guna menyaring pergerakan anggota di lapangan.
Fokus Utama GRIB Jaya Blora di Bawah Kepemimpinan Priyoto:
- Konsolidasi Total
Merapatkan barisan internal dan memperkuat soliditas anggota hingga tingkat akar rumput. - Prinsip Kolektif
Menjalankan roda organisasi dengan asas musyawarah demi menghindari perpecahan. - Aksi Nyata
Berfokus pada program pemberdayaan pemuda, bakti sosial, dan advokasi masyarakat. - Sinergi Kamtibmas
Membuka komunikasi dua arah dengan TNI/Polri untuk menjaga stabilitas wilayah.
”Kehadiran GRIB Jaya di Blora wajib membawa manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami siap menjadi benteng pertahanan kondusivitas daerah,” pungkas Priyoto optimis.
Pelantikan ini menandai babak baru GRIB Jaya Blora. Dengan mematok kepatuhan hukum sebagai harga mati dan menolak keras gaya premanisme, ormas ini siap membuktikan diri sebagai motor penggerak sosial yang elegan dan disegani di Kabupaten Blora.
(Redaksi/Hans)
