​BLORA, Blok7.id – Slogan Blora MUSTIKA (Maju, Unggul, Sehat, Tertib, Indah, Kontinyu, Aman) tampaknya mulai dipertanyakan. Aksi pencurian yang kian nekat di siang bolong kembali terjadi dan meresahkan warga. Kali ini, hukum seolah tak lagi membuat gentar pelaku kriminal yang nekat menyusup ke area privat warga demi menggasak sebuah sepeda anak.

​Peristiwa ini menimpa Anna Oktaviani Prasetyo, warga yang tinggal di Jalan Manggar No. 1a, RT. 08/ RW. 01, Kelurahan Mlangsen, Kabupaten Blora. Satu unit sepeda anak merk POLYGON RELIC 24″ berwarna hijau tosca yang diparkir di halaman rumahnya raib digondol maling.

​Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi jaminan rasa aman masyarakat setempat. Halaman rumah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak, kini justru menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan yang melenggang bebas tanpa terdeteksi.

​Ogah tinggal diam dan pasrah pada keadaan, pihak korban langsung bergerak cepat menggandeng jaringan media luas untuk memburu pelaku sekaligus mempersempit ruang geraknya.

​”Bagi masyarakat yang melihat, mengetahui keberadaan sepeda dengan ciri-ciri tersebut, atau mendapati ada pihak yang mencoba menjual sepeda serupa dengan harga mencurigakan, diharapkan segera memberikan informasi,” tegas pihak korban saat memberikan keterangan, Selasa (9/6/2026).

​Sebagai bentuk keseriusan dalam melawan aksi kriminalitas ini, pihak korban resmi menggelar sayembara. Korban berkomitmen penuh akan memberikan imbalan yang sepantasnya bagi siapa saja warga masyarakat yang berhasil menemukan atau memberikan petunjuk valid hingga sepeda kesayangan tersebut berhasil kembali.

​Kasus ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum dan lingkungan sekitar untuk memperketat keamanan. Lingkungan perkotaan Blora yang kian dinamis menuntut kewaspadaan berlapis agar aksi serupa tidak terus berulang dan memakan korban baru.

​Mari rapatkan barisan, persempit ruang gerak pelaku kriminal di Bumi Samin! Jika Anda memiliki informasi terkait keberadaan sepeda hijau tosca tersebut, segera hubungi pihak keluarga korban atau aparat berwajib setempat.

​(Redaksi/Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!