BLORA, Blok7.id – Sebuah acara hiburan dangdut yang digelar di wilayah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendadak ricuh. Seorang musisi dangdut lokal Blora diduga menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang di atas panggung saat acara masih berlangsung.

Peristiwa tersebut terekam video dan beredar luas di sejumlah grup WhatsApp. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria menjadi sasaran pukulan dan tendangan sejumlah orang di area panggung hiburan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui merupakan pemilik sekaligus pengelola organ tunggal yang mengisi acara tersebut. Setelah kejadian, sejumlah rekan korban berupaya mencari bantuan dan mendorong agar kasus tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Langsung lapor dek bengi. Nek ora ono bantuan media utawa wong rodok duwur iso ora,” tulis salah satu percakapan yang beredar.

Saat dikonfirmasi, Bhabinkamtibmas Kecamatan Tunjungan membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Betul, lokasi kejadian di Dukuh Sukorame, Desa Tutup. Itu acara ulang tahun anak. Korbane yang punya orgen. Pelaku orang Sukorame, Sukorejo dan Maguwan. Informasi awal pelaku pemain pitikan. Sudah laporan ke Polsek tadi malam,” ungkapnya, Sabtu (13/6/2026).

Sementara itu, dalam percakapan WhatsApp lain yang beredar, seorang yang disebut berada di lokasi membantah melakukan pengeroyokan secara sengaja. Ia mengaku hanya berupaya menegur pihak musisi terkait persoalan saat acara berlangsung.

“Kesalahpahaman. Soale dek bengi iku musisine jam e durung bar. Aku sebagai tuan rumah nekoni yo apik-apik,” tulisnya.

Namun pernyataan tersebut mendapat bantahan dari pihak lain yang menyebut terdapat rekaman video yang menunjukkan adanya dugaan keterlibatan dalam aksi pemukulan.

“Kok iso. Ono videone awakmu melu njotos. Jelas kui awakmu,” tulis salah satu pesan balasan.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti pemicu utama keributan tersebut. Namun dugaan sementara mengarah pada kesalahpahaman antara pihak penyelenggara dan kru musik yang bertugas dalam acara hiburan tersebut.

Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polsek Tunjungan dan masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Polisi diharapkan segera mengusut tuntas peristiwa tersebut guna mengungkap fakta sebenarnya serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur pidana.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kapolsek Tunjungan AKP Subiyono membenarkan bahwa laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut telah diterima pihak kepolisian. Namun demikian, proses penyelidikan masih berlangsung.

“Sementara menunggu Kanit Reskrim, saat ini kami masih meminta keterangan dari beberapa pihak yang terkait dengan kejadian tersebut,” ujar AKP Subiyiono saat dikonfirmasi.

Polisi juga masih mendalami kronologi peristiwa serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna mengungkap secara jelas penyebab dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden yang terjadi di Dukuh Sukorame, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan tersebut.

(Redaksi/Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!